YPI Hidayatul Athfal Bersama Global Wakaf Luncurkan Mini Market

patron.id – Serang, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Hidayatul Athfal bekerjasama dengan Global Wakaf meresmikan mini market Warung Wakaf, Rabu pagi (20/2/2019), di halaman SMK Hidayatul Athfal, Taktakan, Cilowong, Kota Serang.

Warung Wakaf

Dalam peresmian mini market tersebut turut hadir Ketua YPI Hidayatul Athfal Bagowi, perwakilan dari Global Wakaf Yayat Supriyatna, Sapuri perwakilan dari PT Hydro Perdana Retailindo, dan disaksikan sejumlah staf, guru dan siswa siswi dari yayasan tersebut.

Peresmian warung wakaf yang memiliki jargon ‘belanja kita, wakaf kita’ ini dilakukan dengan cara gunting pita oleh pihak Global Wakaf didampingin Ketua YPI Hidayatul Athfal.

Kepala YPI Hidayatul Athfal, Bagowi, mengatakan pihaknya menyambut keberadaan mini market tersebut dengan cara mengajak para guru dan siswa siswi di lingkungan sekolah untuk berbelanja karena warung wakaf ini bisa memberikan manfaat bagi yayasan.

“Adanya warung wakaf ini saya ucapkan terima kasih, semoga warung wakaf ini bisa maju. Ini sangat positif karena bisa membantu menyemangati proses belajar mengajar di lingkungan sekolah.” kata Bagowi, usai peresmian mini market Warung Wakaf.

Pada proses awal, ia menjelaskan bahwa kehadiran warung wakaf ini sudah memberikan manfaat. Pertama, pihak yayasan akan menerima 70% hasil keuntungan dari warung tersebut, sementara 30% diserahkan kepada pihak Global Wakaf. Kedua, pihak yayasan hanya perlu menyediakan lahan, sementara untuk bahan material dan produk yang dijual disediakan oleh Global Wakaf dan PT Hydro Perdana Retailindo. Ketiga, pihak yayasan tidak dibebani biaya pengeluaran atau gaji untuk karyawan (kasir -red) warung wakaf.

“Karyawannya digaji dari sana, Rp 1 juta kalau tidak salah. Malah ada karyawan orang sini, Humaeroh namanya. Jadi yayasana menerima 70% itu bersih.” terangnya.

Ia berpesan kepada lembaga yayasan agar uang hasil dari mini market ini tidak disalahgunakan. Hal itu dikatakan Bagowi agar penyebutan wakaf ini benar-benar diterapkan dan bisa meningkatkan pengembangan sekolah maupun pengembangan yayasan.

“Kita yang di sini (YPI -red) jangan sampai menyalahgunakan uang hasil dari warung wakaf ini. Uang hasil dari warung wakaf harus digunakan untuk pengembangan sekolah sesuai kebutuhannya. Jangan hanya ada suaranya saja, ini wakaf, tetapi dalam pelaksanaanya tidak ada, itu saya tidak setuju. Maka pihak yayasan harus saling mengontrol agar tidak lupa tujuan utamanya, karena sifat manusia itu sering lupa.” tegasnya.

Di tempat yang sama, perwakilan dari Global Wakaf, Yayat Supriyatna, mengatakan program wakaf yang digulirkan Global Wakaf ini merupakan bentuk keprihatinan dirinya terhadap mini market-mini market yang di Indonesia sudah dikuasai oleh kaum kapitalisme.

Global Wakaf sudah mendirikan sebanyak 112 warung wakaf yang tersebar di berbagai daerah. Semoga langka ini menurut Yayat bisa menyeimbangi mini market-mini market pada umumnya.

“Kami cukup prihatin karena mini market sudah dikuasai oleh kapitalisme. Global wakaf ini sudah 112 warung didirikan di berbagai daerah.” kata Yayat, saat memberikan sambutan.

Tak lupa ia juga mengajak kepada pihak yayasan agar mau berbelanja di warung wakaf. Karena menurut Yayat, belanja di warung wakaf sudah termasuk berwakaf, dimana 70% keuntungannya diberikan kepada yayasan selaku pengelola.

“Belanja di sini sudah termasuk berwakaf. Insya allah nilai ibadahnya ada. Jadi kepada guru dan siswa di lingkungan YPI harus mau belanja di sini,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT Hydro Perdana Retailindo, Sapuri, dalam sambutannya mengatakan terima kasih atas dukungan dari pihak yayasan yang telah bersedia bekerjasama membangun mini market tersebut.

Tak hanya itu, ia juga mengajak kepada pihak yayasan agar bersama-sama menjalankan program tersebut dengan cara berbelanja di warung wakaf sebab keuntungan berbelanja di mini market ini untuk kepentingan yayasan pula.

“Saya minta dukungan dan kerjasamanya kepada pihak yayasan, guru-guru, siswa sisiw agar bersama-sama mewujudkan keberadaan mini market ini dengan cara berbelanja karena manfaatnya untuk kebutuhan yayasan itu sendiri.” kata Sapuri.[Red/Royadi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *