Home HIBURAN SAJAK-SAJAK

Kategori: SAJAK-SAJAK

Pos
Takdirku Hanya Temu

Takdirku Hanya Temu

By: Socrates Simera Dibawah langit dan bulan yang terusirSungging bibir tanpa permisi hadirTanpa pikir, jiwa mulai menjadi musafirMencari kasih yang tak hadir Musafir pikir pergi pada masa itu,Kita bertemuKita bercumbu dengan waktuKita cerita dalam satu buku Kini aku mengadu pada-MuAku merindu pada-MuNamun, juga pada makhluk-Mu ituBolehkah aku begitu? Diri-Mu adalah maha SatuKita dicipta sebagai makhluk...

Pos
Tabula Rasa Sudah Tiada

Tabula Rasa Sudah Tiada

Oleh: Socrates Simera Tuhan cipta tabula rasaTangis hadir pertama dalam hidupUntuk mengundang tawa sekitarnyaNamun kini, tawa kita adalah tangis bagi mereka Kita sibuk mengejar bahagiaNamun selalu berlaku dosaKita selalu menginginkan perdamaianNamun perang begitu menggairahkan Tidak semua luka bisa sembuh dengan utuhTidak semua maaf kembali mempereratHarusnya kita adalah tabula rasaNamun ‘ingat’ selalu menjadi sebab Untuk semua...

Pos
Tata Tawa

Tata Tawa

Oleh : Socrates Simera Hahaha, mulutnya.Hahaha, suaranya.Hahaha, lepasnya.Hahaha, Hahaha. Tidak ada getir ketika tawa.Tidak ada hawatir ketika tawa.Yang ada hanya bahagia.Yang ada hanya, Hahaha. Katanya itulah canda.Tawa pemberi candu.Tawa suara merdu.Tawa membawa rindu. Hahaha,Untuk lupa akan sendu.Hahaha,Untuk lupa akan siapa diriku. Hahaha,Hadirkan tawa dalam dada.Karena semesta, tidak pernah serius memberi kecewa.

Pos
Teguran

Teguran

Oleh : Aim elhazmi Jangan berlebih ungkapmuMenyekat semua inginkuMenghentikan nalar imajikuMelerai ingatanku tentang senyum dan tawamu, Merenggut khayalkuNamun senantiasa memupuk rindudiksimu hidup dalam sanubarikuDahsyat, melekat bahkan memikatDalam segala kerendahankuMaafkanlah segala khilafkuTuntun aku, agar tercapai inginkubersamamu tujuanku Serang, 18/8/2020

Pos
Nasib Tua

Nasib Tua

Oleh: Aswari Hari tidak mengenal nasibTua belum tentu dewasaKita diliputi perkaraProblematika akan selalu ada Tujuh limaDoa dipanjatkanMapan harus dirasakanSeperti kakek yang bersantai riaDi beranda rumahAtau nenek yang tidak lagiMemainkan perangkat dapur Panjang umurHanya panjangtapi tidak makmur

Pos
Untukmu Cah Ayu

Untukmu Cah Ayu

Oleh : Aim el-hazmi Cah ayu, perempuanku…Manis dan sayangku…Imanku tak sebanyak pradugamuHingga mampu menapik rindu Hangat selalu dalam ingatankuSenyum dan tawamu…Bukan saja kala ituTapi sepanjang waktu cah ayu Cah ayu, perempuanku..Manis dan sayangku..Tetaplah seperti sediakala,Berbagi ruang dan do’a bersamaku Meskipun diantara kita kerap kali berbeda,Tapi bukan berarti tidak mampu seirama, se-iya, se-kata, bukan? semoga saja...

Pos
Jarak Antar

Jarak Antar

Oleh : Iqra Ar Raffi S Waktu selalu enggan menghentikan perjalananya,Bersamamu selalu mampu membuatku menikmati detik.Langkah beriringan menyulam kenang tiap rajutnya.Saat kau di sampingku, hanya waktu yang menjadi musuhku.Ia tak mau membiarkan terlalu lama kita bersama. Dalam kilometer ku bersentosa mengantarmu pulang,Denganmu Berboncengan, sekali dua kau curi tatap lewat spion.Tertawa kemudian dan memukul punggungku manja.Aku...

Pos
Tiba-tiba kau

Tiba-tiba kau

Oleh : Nyimas Rahayu KauDatang secara tiba-tibaTiba-tiba menyapaTiba-tiba merelakan senyumTiba-tiba kauKau tiba-tibaMerayu dan membuatku bingungEntah apa sebabnya akupun tak mampu mengabaikanmuAku tidak sedang berjalan menuju arah manapunTapiTiba-tiba aku seperti ada dalam ruangYang mulai membatasiDan menghadirkan sekat dari hal lainSelain tentangmuTidak satupun kutemukan alasanMengapa aku peduli denganmuYang tiba-tibaLalu kucoba pejamkan mataDan aku rasakan heningSungguhKau datang dari...

Pos
Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya

Oleh : Irmayanti Seperti ular yang terlihat cantikPadahal berbahayaMudah tuk dilihat sulit tuk dimilikiRasa yang tersembunyi tercium sudah tuk dirasaDiam jauh memandang, hati dekat tuk merasakanKau bunuh rasa tuk kuKarena ego yang kau punyaPinta akan jauhmu, terpenuhi sudahKini tinggal hati menahan perihMenahan rasa tak di anggapNyata dimata, mati dipandang

Pos
Kehilangan jiwa

Kehilangan jiwa

Oleh : Nyimas Rahayu Aku kehilangan arah dipersimpanganHati yang tersayat sembiluSemakin pekat oleh butiran rinduPada siapa aku mengaduJangankan TuhanBahkan aku tak tahu diriku sendiri Rintih syahdu yang merontaTerkapar tak berdayaBeriringan senjaAku yang semakin meranaTerbias oleh jingga Bersedih ataukah bahagiaAkupun tak tahuAku tak mengertiKehilangan yang begitu hebatMembuat rasa tak lagi peka Cinta ataukah benciAkupun tak tahuPenghianatan...