Solusi IMIKI Banten untuk Indonesia

Oleh : Rohmanudin

patron.idSerang, Tanggal 1 september 1998 diperingati sebagai hari lahirnya Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI), yang kini tepat berusia 21 tahun. Usia yang cukup muda dan juga penting untuk menjadi wahana pemersatu mahasiswa ilmu komunikasi se-Indonesia dalam menyusun strategi komunikasi.

Bisingnya nuansa sosial politik dan gencarnya arus globalisasi juga digitalisai, menghadirkan tantangan serius bagi IMIKI. Meskipun fungsinya sebagai organisasi semi profesi dan kaderisasi, IMIKI akan terus berperan aktif mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, juga mandiri melalui keilmuan komunikasi. IMIKI akan tetap berdiri tegak ditengah masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era digital, IMIKI dituntut agar melakukan inovasi baru pada dunia pendidikan khususnya keilmuan bidang komunikasi. Bahkan IMIKI perlu ikut merevisi kurikulum pendidikan ilmu komunikasi untuk mengakomodir kebutuhan tantangan zaman.

Seiiring kemajuan teknologi serta kebutuhan media informasi tersebut pastilah banyak dampak yang ditimbulkan, baik positif maupun negatif. Dampak negatif yang banyak dirasakan oleh masyarakat salah satunya adalah penerimaan informasi yang belum terbukti benar (hoax), hal tersebut tentulah sangat meresahkan banyak kalangan mulai dari anak-anak, remaja bahkan lansia. Oleh karena itu, kehadiran IMIKI sedikitnya memberikan solusi untuk permasalahan tersebut.

Seperti yang dilakukan IMIKI Banten sejak tahun 2014 hingga sekarang, yang berusaha menanamkan nilai positif pada masyarakat dengan cara memberikan pemahaman terkait penyebarluasan informasi yang baik juga benar. Melihat kurangnya tingkat literasi pada masyarakat, maka gerakan literasi media selalu gencar dilakukan oleh IMIKI Banten untuk meningkatkan pemahaman pada masyarakat dalam memilah-milih informasi yang diterima.

Baca Juga :  Militansi Blackpink dan Keresahan 'Buka-Bukaan'

Upaya literasi media menjadi solusi tepat untuk masyarakat khususnya di Banten. Karena sampai saat ini masih jarang terlihat forum-forum diskusi dengan cara roadshow masuk ke desa-desa untuk membahas mengenai literasi media itu sendiri. Selain itu, belum adanya bahasan memasukkan literasi media kedalam kurikulum pendidikan formal yang ada di Indonesia. Padahal kebutuhan akan literasi media di era ini sangat mendesak, melihat tingkat kemajuan teknologi komunikasi dan informasi terus berkembang dengan pesat.

Oleh karenanya, IMIKI Banten diharapkan mampu menjadi garda terdepan yang menjadi bagian untuk ikut berperan aktif dalam mencerdaskan tingkat pendidikan yang ada di Indonesia, terutama bidang keilmuan komunikasi.

Penulis merupakan mahasiswa tingkat akhir di UIN SMH Banten yang tengah menjabat sebagai Ketua IMIKI Cabang Banten periode 2018-2019.

[Editor : Renna]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •