Sikapi Soal Sidang MK Mahasiswa Cilegon Ajak Tidak Terprovokasi

patron.id – Cilegon, Melalui Kajian Mahasiswa Untuk Rakyat (JAWARA) Cilegon, menyikapi sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). Puluhan mahasiswa di Kota Cilegon mengajak pendukung Calon Presiden (Capres) untuk berkomitmen menjaga persatuan untuk menghindari perpecahan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan dalam diskusi publik JAWARA di Kota Cilegon, Kamis (20/6/2019).

Dr. Tech Agus Pramono, ST. MT, narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, demokrasi di Indonesia sudah cukup berjalan baik.

“Proses demokrasi yang ada dapat dikatakan sudah berjalan baik, maka mari terima hasil Pilpres dengan bijak dan tetap menjaga perdamian,” kata Pramono.

Selain itu Rois Syuriah menambahkan bahwa dalam bernegara memang tidak akan pernah terlepas dari kepentingan.

“Hidup bernegara pasti tidak bisa lepas dari kepentingan, mulai dari kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan tertentu, hingga kepentingan umat bernegara, berbangsa,” tambah Rois Syuriah PCI NU Rusia dan Eropa. (20/6/2019)

Senada diungkapkan Prof. Imam Santoso, M.Sc, mengungkapkan, banyaknya kepentingan dari berbagai pihak membuat posisi bangsa tidam lepas dari sebuah ancaman perpecahan.

Baca Juga :  Mahasiswa Bersatu-padu dalam gagasan, Kawal Provinsi Banten.

“Akibat maraknya kepentingan membuat posisi Bangsa ini juga tidak lepas dari sebuah ancaman perpecahan, ancaman untuk memecah bangsa terus berdatangan dari dalam maupun dari luar (bangsa lain), salah satunya melalui penyebaran berita bohong (hoax) berbungkus isu Sara,” ungkapnya.

Ia menilai urusan negara sebenarnya sudah dibagi-bagi, atas elemen yang sangat kompleks dengan tujuan dan fungsi masing-masing.

“Mahasiswa berlakulah dan fokus seperti mahasiswa, petani fokuslah pada bertani, pengajar fokuslah pada tugasnya untuk mengajar, dengan ini maka seluruh elemen dapat mendorong aparatur negara dalam menciptakan keamanan dan persatuan, bukan justru menjadi provokator dalam memecah belah. Karena tugas mahasiswa maupun seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan NKRI dari berbagai ancaman,” pungkasnya.

Untuk diketahui acara diskusi publik ditutup dengan deklarasi dan seruan kepada masyarakat untuk menjaga persatuan Indonesia, mengajak semua pihak untuk selalu menahan diri, bersama-sama menjaga Negara kesatuan Republik Indonesia, menjaga kondusifitas proses yang sedang berlangsung di MK.[Red/Aldi]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •