Sekolah Kebangsaan Sebagai Pemersatu Bangsa

patron.id – Lebak, Kepolisian Daerah Banten (Polda Banten) bersama mahasiswa menyelenggarakan sekolah kebangsaan guna mengahadapi paham radikalisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Hotel Mutiara Rangkas Bitung mulai tanggal 19 hingga 20 Oktober 2019 mendatang.

Suasana Saat Pembukaan

Rafli Maulana selaku ketua pelaksana mengatakan, mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial diharap mampu menangkal paham-paham radikalisme yang dapat menjadi musuh ideologi bangsa.

“Mahasiswa adalah penjaga negara kita Indonesia, yang diharapkan mampu menangkal paham-paham radikalisme membunuh bibit-bibit yang nanti nya akan mengahancurkan kedamaian dan ketentraman negri kita” ucapnya dalam sambutan, Sabtu (19/10/19).

Kendati demikian, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Banten, Oki Waskito berharap dengan adanya sekolah radikalisme tersebut, mahasiswa dan pemuda dapat menyampaikan nilai-nilai kebangsaan yang disampaikan TNI, Polisi, dan tokoh masyarakat kepada siswa di tingkat SMA maupun masyarakat.

“Nanti mahasiswa yang sudah di sekolahkan ini dia akan bisa menyampaikan meneruskan kepada adik-adik yang ada di SLTA nanti di dampingi oleh polres, Danramil, dan Babinsa untuk menyampaikan kepada masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :  Kebanggaan Seorang Asep Hudori sebagai Alumni Ponpes Al-Farhan

Ia juga menambahkan, menjelang pelantikan presiden Republik Indonesia, pihaknya secara umum bersama masyarakat turut menjaga keamanan, kedamaian dan juga menjaga kesaktian pancasila sebagai pemersatu bangsa. Oki juga menuturkan, pelantikan presiden merupakan hal harus diamankan secara bersama.

“keamanan secara pokok menjadi tugas kami tetapi secara umum masyarakat harus menjaga, mahasiswa ini mempunyai kewajiban juga untuk menjaga keamanan menjaga kesaktian pancasila, pancasila itu sakti bisa menyatukan dari Sabang sampai Merauke yang berbeda pulau dan suku, pelantikan presiden itu adalah lambang negara itu harus kita amankan secara bersama-sama,” kata Dirbinmas Polda Banten, Oki Waskito.

Sementara itu, Kapolda Banten, Irjen Tomsi Tohir mengungkapkan, sekolah kebangsaan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan langkah awal untuk mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan.

“Sekolah kebangsaan ini merupakan cikal bakal dan nantinya teman-teman yang sudah mendapatkan wawasan bisa ikut mensosialisasikan kepada adik-adiknya khususnya yang ada di SLTA,” pungkasnya.[Red/Aswari]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •