Resmi Dilantik, PPT IMIKI Unsera Diskusikan Narasi Provokatif dan Persatuan Bangsa Pasca Pemilu

patron.id – Serang, Pengurus baru Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia Universitas Serang Raya (IMIKI Unsera) yang beranggotakan 9 orang resmi dilantik di Gedung A lt. 6 Kampus Unsera, pada Senin, (27/05/19).

Selain pelantikan, Pengurus Perguruan Tinggi (PPT) IMIKI Unsera juga mangadakan diskusi tematik yang membesut tema Narasi Provokatif dan Persatuan Bangsa Pasca Pemilu. Bahasan pada acara diskusi tersebut terkait maraknya narasi provokatif pasca pemilu 17 April lalu yang dinilai dapat memecah belah bangsa untuk kehidupan yang harmonis.

Dhea Lintang Wengi, jurnalis Banten Raya TV yang juga sebagai pemantik pada diskusi mengatakan, mahasiswa saat ini harus ikut andil dalam menjaga kondusifitas terkait politik indentitas yang kental dengan melebeli dirinya pendukung masing-masing paslon pada pesta demokrasi beberapa waktu silam. Menurutnya, mahasiswa merupakan kunci sebagai agen perubahan pasca pemilu.

“Saat ini di Indonesia harus ada yang berperan untuk mendinginkan suasana yang terjadi saat ini, terkhusus pasca pemilu,” tuturnya.

Sementara itu, Yuliardy Amrullah keterwakilan dari Forum Alumni (FA) IMIKI Banten juga pemantik diskusi mengatakan, bahwa pasca pemilu 2019 ini marak beredar informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya. Oleh karena itu, ia menyebutkan mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, dinilai amat perlu untuk memverifikasi berita yang diterima, baik dalam kehidupan lingkungan sosial, maupun sosial media.

“Sebagai mahasiswa, amat perlu untuk menjadi agen perubahan dan kontrol sosial sebagai penengah pada situasi negeri saat ini,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua PPT IMIKI Unsera Setia Adi Wangsa berharap, kedepan pengurus PPT IMIKI Unsera dapat merealisasikan program-program yang telah dicangkannya bersama.

“Setelah resmi dilantik semoga kepengurusan imiki periode 2018-2019 dapat merealisasikan programnya. Dan juga usainya diskusi ini, mahasiswa menjadi melek terhadap informasi supaya menjadi penyejuk ditengah maraknya informasi-informasi yang tidak kredibel,” pungkasnya. [Red/Renna]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *