NEWS

Polda Banten Tetapkan 14 Tersangka di Kasus Perburuan Liar Badak

PATRON.ID – SERANG | Polda Banten berhasil menetapkan sebanyak 14 tersangka dalam kasus perburuan badak jawa bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Beberapa diantaranya sudah berhasil diamankan dan sisanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Informasi ini disampaikan Kapolda Banten, Irjen Pol Abdul Karim, saat conference pers di Mapolda Banten, pada Selasa 11 Juni 2024.

“Mengungkap kasus perburuan liar badak dengan mengamankan 6 orang tersangka dan 4 orang DPO,” kata Abdul Karim kepada awak media.

Kapolda Banten didampingin oleh Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup KLHK Rasio Ridho Sani, Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Yudhis Wibisana, dan Kepala Balai TNUK, Ardi Andono menyampaikan perkembangan kasus perburuan badak.

Abdul Karim menyebutkan barang bukti berupa 360 senjata api rakitan, peluru bubuk musiu, tulang belulang dari bangkai badak, dan alat perburuan lainnya. Dia mengatakan, dari hasil kasus pertama muncul pada 29 Mei 2023 hingga hari ini, Satgas TNUK terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku perburuan liar badak bercula satu.

Alhasil, Polda Banten telah menetapkan 14 orang tersangka. Mereka dari 2 kelompok perburuan yang berbeda. Kelompok tersebut yakni kelompok Sunendi yang sudah divonis 12 tahun penjara dan satu kelompoknya lagi yaitu dipimpin oleh Rahmat.

“Dua kelompok jaringan perburuan badak ini yang satu kelompok sudah kita ungkap sampai ke penadahnya (Sunendi). Kemudian, satu kelompok lagi kita masih mengupayakan penangkapan terhadap jaringannya,” ungkapnya.

Abdul Karim mengungkapkan jumlah badak yang sudah diburu dari para pelaku sebanyak 22 ekor oleh kelompok Sunendi dan 4 ekor oleh kelompok Rahmat.

Dari kelompok Sunendi sendiri baru 4 orang yang ditangkap dan Sunendi sudah divonis 12 tahun. Sementara 6 orang lagi masih DPO. Lalu, untuk kelompok Rahmat baru dua orang yang ditangkap dan 2 orang lainnya DPO termasuk Rahmat sendiri. Total tersangka 14 orang.

“Dari kelompok Nendi sudah sejak 2018 melakukan aksinya untuk kelompok R masih DPO baru (tahun) 2021 (melakukan) aksinya. N sudah diakui 22 ekor yang diburu dan dijual culanya. Untuk kelompok R yang masih DPO yang diakui 4 ekor yang sudah diburu jadi total 26,” ujar Abdul Karim.

Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, mengatakan pemerintah tidak akan berhenti mengejar para pelaku perburuan satwa liar dilindungi. Tim gabungan dari kepolisian dan KLHK dipastikan akan terus melakukan pengejaran kepada para tersangka lainnya.

Menurut Rasio, para pelaku akan dikenakan pidana berlapis atau multidoor. Tidak hanya satu undang-undang yang akan menjerat para pelaku melainkan 3 Undang-Undang sekaligus meliputi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951, dan KUHP tentang pencurian.

“Kita ingin sampaikan kepada para pelaku bahwa kami tidak akan berhenti dan kita sampaikan juga kepada seluruh masyarakat Indonesia dan juga pada dunia bahwa pemerintah punya komitmen yang kuat untuk melindungi badak jawa ini. Tentu hukumannya akan semakin berat dan bisa menimbulkan efek jera,” ujarnya.(Red/Roy)

Related posts

Usai Paparkan Visi Misi, Bakal Calon Walikota Serang Ratu Ria Ngarep Digandeng Nasdem

redaktur

Rayakan Hari Ulang Tahun, Komunitas Saung Lidi Galang Semangat Perdamaian Jelang Pemilu 2024

redaktur

Sadar Diri Bukan Kader Partai, Ahmad Herwandi Cuma Nyalon Wakil di Pilkada Kota Serang

redaktur

Leave a Comment