PKL Stadion Maulana Yusuf Menyoal Sikap Disperindagkop dan UMKM Kota Serang

patron.id Serang, Pedagang kaki lima (PKL) Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang menyayangkan sikap Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Ahmad Benbela, karena tidak kunjung memberikan kepastian terhadap 600 PKL, Selasa (5/2/2019).

Koordinator PKL, Iman Setia Budi mengungkapkan kekecewaannya lantaran merasa dirugikan oleh sikap kepala Disperindagkop karena tak kunjung mendapat kepastian terkait penempatan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi para PKL Stadion,

“Kami ini sekarang pengen cepet-cepet mendapat kepastian. Di Kepandean itu fasilitasnya sudah ada belum. Ahmad Banbela itu sampe sekarang enggak memberikan kepastian, kita harus gimana, masterplannya gimana,” ungkapnya saat diwawancarai di Stadion Maulana yusuf.

Iman juga menambahkan bahwa para PKL merasa serba salah dihadapan pemerintah, karena mereka pun tidak diberikan arahan yang jelas mengenai penempatan serta kebijakan yang berlaku,

“Sekarang pedagang mengkreatifkan sendiri berbentuk sendiri tapi kalau nantinya tidak sesuai kan salah juga. Jadi intinya mah sekarang pedagang kaki lima ini minta yang betulnya gimana, harusnya gimana, karna kita ini gak tau yang benernya dimana. Karna selama ini selalu salah dihadapan pemerintah,” tambahnya.

Baca Juga :  Dandim 0602 Tutup Kegiatan Lomba Mancing Peringatan HUT Ke 73 TNI

Iman berharap Pemerintah Kota Serang melalui Disperindagkop dan UMKM secepatnya memberikan solusi dengan tepat dan tegas. Ia pun mewakili para PKL lainnya juga menawarkan beberapa solusi kepada pemerintah,

“Pemerintah harus ada ketegasan, tempat mana yang boleh dan tidak di Stadion. Dari pada sekarang gak dikasih kepastian tempat, akan menimbulkan ke-semraut-an. Kalo dari kami pertama, pedagang apa yang boleh di Stadion, kedua batasannya yang mana yang dibolehkan untuk orang usaha, salah satunya untuk lingkungan lah, dan ketiga konsep pandean harus dibuktiin, jangan seperti tahun-tahun sebelumnya yang diberikan kalimatnya sama saja.” Pungkasnya. [Red/Imam]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •