PMII Banten jaga Kebhinekaan besut dialog kebangsaan Pasca Pemilu 2019

patron.id – Serang, Pasca Pemilu 2019, dengan berbagai dinamika politik yang kompleks, dalam mengantisipasi dan menjaga kondusifitas serta mempertahankan ideologi dan nasionalisme Bangsa, Pengurus Kantor Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Banten adakan dialog kebangsaan di Hotel Abadi, Kota Serang, Sabtu, (22/06/2019).

Ketua PKC PMII Banten mengatakan, dalam proses politik pasca Pemilu, PMII juga menjadi pemantau pada Pemilu yang berlangsung pada 17 April lalu. Menurutnya, organisasi pergerakan tersebut menemukan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan harapan demokrasi.

“Karena PMII juga jadi salah satu pemantau Pemilu di 2019 ini, kita banyak menemukan praktik yang tidak sesuai dengan harapan demokrasi. Misalkan menjadikan agama sebagai salah satu alat untuk menggerakkan dan mencapai sebuah kekuasaan,” katanya pada pembukaan dialog kebangsaan.

Kendati demikian, Ia juga menambahkan, seharunya agama dijadikan spirit dalam hal politik pada Pemilu 17 April lalu.

“Padahal agama mestinya dijadikan spirit oleh kita dalam melakukan banyak hal dalam politik, terutama dalam hal politik. Bukan agama yang dijadikan alat untuk politik,” tuturnya.

Melalui Kegiatan yang berlangsung pada pukul 13.00 WIB tersebut, ia menegaskan berkaitan dengan Nasionalisme, PMII dan Nahdlatul Ulama (NU) ada korelasi yang kerap kali didiskusikan. Menurutnya bukan tidak mungkin, Islam trans nasional yang pada prinsipnya ingin sekali merusak tatanan sosial Nasionalisme serta kebangsaan di Indonesia, masuk di Pemilu yang terjadi beberapa waktu silam.

“PMII dan Nahdlatul Ulama (NU) ada korelasi yang kerap kali didiskusikan ini bukan tidak mungkin, Islam trans nasional yang pada prinsipnya ingin sekali merusak tatanan sosial nasionalisme serta kebangsaan di Indonesia, itu masuk pada wilayah politik pada Pemilu 2019 ini. Kita telah mengidentifikasi dan telah banyak melakukan antisipasi bagaimana menjaga kondusifitas dan sama-sama menjaga ideologi kebangsaan dan Nasionalisme,” tegasnya.

Untuk diketahui acara ditutup dengan deklarasi dan pernyataan sikap Masyarakat dan Mahasiswa sebagai yang tertuang dalam draft diatas. [Red / Baihaki]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *