Pilkada di Pandeglang Dalam Ruang Demokrasi Yang Bebas

Oleh : Dede Kurniawan

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan hal penting bagi warga masyarakat dalam menentukan pemimpinnya di setiap daerah, termasuk di Pandeglang, yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Pandeglang Irna-Tanto nomor urut (1) dan Thoni Imat nomor urut (2), kedua pasangan tersebut yang diusung oleh partai politik pendukung masing-masing dan sedang berkompetisi merayu masyarakat untuk memegang dan memimpin kekuasaan di pemerintah Pandeglang.

Secara konseptual, demokrasi dipahami sebagai sarana mewujudkan kedaulatan rakyat yang di dalamnya, dimuat kebebasan dan kesetaraan untuk menentukan hal-hal yang terbaik bagi semuanya (common good), tetapi apakah kebaikan bersama berarti terbaik bagi seluruh individu?

Apakah individu atau paling tidak kelompok minoritas harus ikut dalam arus besar kehendak umum (general will) ? dan jika demikian, di mana letak kebebasan dan kesetaraan berkewarganegaraan dalam ruang demokrasi?

Ini merupakan problem endemis yang senantiasa menjadi sumber kritikan terhadap demokrasi yang berangkat dari asumsi kebebasan dan kesetaraan, tetapi berakhir dengan pemaksaan, diskriminasi, kekacauan, dan kerusakan.

Sementara itu, salah satu asas demokrasi sebaagaimana tertuang di dalam Pasal 22 Ayat (1) UUD 1945 adalah bebas menentukan pilihannya masing-masing, artinya setiap orang warga negara tidak boleh dalam tekanan ataupun ancaman untuk menentukan pilihannya.

Kebebasan merupakan manifestasi dan dasar tertinggi (higher ground) kehendak subjektivitas yang bertumpu pada pendirian moral, yakni suatu pendirian yang didasarkan pada pertimbangan batin (inner) untuk menentukan sendiri jenis tindakan di antara berbagai pilihan yang mungkin dapat dilakukan.

Pendirian moral dilandaskan pada pertimbangan kesadaran atas segala bentuk perbuatan dan secara tidak langsung menunjukan kebebasan sebagai menifestasi kesadaran. Oleh karena itu, kesadaran akan kebebasan berada di antara batas pertimbangan moral untuk memilih preferensi yang mungkin dapat dilakukan.

Pilkada di Pandeglang merupakan hal yang sangat penting bagi setiap warga negara. Setiap warga masyrakat di Pandeglang harus bisa dan berani untuk menentukan pilihannya dengan bebas (tanpa tekanan dan ancaman).

Penulis sangat berharap bahwa kedua pasangan calon Bupati Pandeglang Irna-Tanto nomor urut (1) dan Thoni-Imat nomor urut (2) dapat melakukan kampanye yang baik dan benar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mewujudkan Pilkada di Pandeglaang dalam Ruang Demokrasi yang Bebas yaitu tidak ada tekanan maupun ancaman.

Demikian,
Pandeglang, 12 Oktober 2020

Dede Kurniawan

Conveyor Of Public Opinion merupakan Ketua Bantuan Hukum Gerakan Advokat Indonesia (Bankum Geradin) Kabupaten Pandeglang  

Bagikan: