PIID-PEL Ajak Desa Sujung Tirtayasa Berinovasi Olahan Telur Asin

patron.id – Serang, Desa Sujung Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten menjadi lokasi Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi PDTT RI dengan usaha Pengolahan bebek dan telur bebek. Untuk mendukung program tersebut dilaksanakan Peresmian kandang bebek, Gedung Olahan, dan Pelatihan Pembuatan tepung telur dan kerupuk telur asin di Kabupaten Serang, Pada Sabtu (28/11/2019).

Kegiatan tersebuta dihadiri oleh Inkubator, Offtaker, (Kelompok Wanita Tani) KWT Desa Sujung, Kelompok Pembuat Telur Asin Sumber Rezeki, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Camat Tirtayasa, Sekretaris Desa Sujung, Koramil Tirtayasa, Polsek Tirtayasa, Tenaga Ahli Pendamping Desa Program Pembangungan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Serang, Tenaga Ahli Inovasi Desa Kemendes, Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Desa Teknik Infrasturktur (PD-TI)  Kecamatan Tirtayasa, RT dan RW serta masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut digelar agar memberdayakan masyarakat di Desa Sujung, dengan adanya program PIID-PEL yang dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan Kemitraan (TPKK) Desa Sujung yaang didukung dengan berbagai fasilitas berupa bangunan, mesin, peralatan produksi, adanya pelatihan SDM selaku pelaku usaha, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di Desa Sujung.

Baca Juga :  DPW PKB Banten gelar peringatan 10 Muharram 1440 Hijriah.

Kepala DPMD Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto menyampaikan bahwa Kegiatan tersebut digelar untuk pengembangan ekonomi di Kabupaten Serang.

“Acara ini digelar dalam rangka percepatan pelaksanaan PIID-PEL di Desa Sujung Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang sehingga pentingnya program ini untuk mengembangkan ekonomi lokal di Kabupaten Serang.” Kata Rudy

M. Ilham Gilang selaku Tenaga Ahli Inovasi Desa Kemendes PDTT RI menyampaikan bahwa pelatihan tersebut harus dilaksanakan terus-menerus guna menjadikan nilai tambah untuk produk olahan bebek di Desa Sujung.

“Pelatihan pembuatan pangan yang berbasis bebek dan telur bebek harus dilakukan secara berkelanjutan agar terus dapat berinovasi dalam menciptakan produk biasa menjadi produk unggulan.” Pungkasnya. [Red/Aldi]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •