Pertanyaan – pertanyaan

Oleh : HR Mufidah Rachman

Suatu hari sungai tiba-tiba menjadi ganas untuk dilewati,
Tetapi langit terlihat cerah.
Aku bertanya kenapa sungai tiba-tiba menjadi ganas?
Semua orang juga bertanya.
Kenapa sungai begitu tragis menghianati hari berlangit cerah itu?
Aku bertanya – tanya.
Suatu hari malam begitu indah, sangat manis untuk dinikmati sendiri.
Berbagi dengan hawa Dingin dan bulan yang sedang sempurnanya.
Kenapa langit tampak indah hari itu?
Kali ini hanya aku yang bertanya, tidak semua orang.
Keadaan malam tidak pernah pasti, kadang rindu kadang benci.
Entah bagaimana cara tuhan merubah – ubah keadaan ini.
Tapi aku suka malam,
Atas apapun malam selalu berbagi
Malam tidak pernah menyendiri
Katanya “aku tidak suka kesendirian, segala nya harus dibagi, aku bersama para pembenci atau Perindu”
Kenapa malam suka berbagi bahkan untuk perihal kebencian? Tanyaku.
Aku bertanya, kenapa banyak orang mencintai senja?
Langit yang tiba sebelum matahari terbenam itu, lalu menampakan warna jingga yang kental
Dengan rindu dan penyesalan.
Seakan memberikan tanda bahwa semua akan pergi dan mungkin juga akan kembali.
Sesaat sebelum terbenam, orang banyak itu memberikan ekpresi tetang kehidupan mereka Masing-masing kepada senja.
Yang jatuh, yang bangun, yang ingin, yang rindu, yang pergi, yang mengenang, yang hanya, yang
Saja, dan yang apa.
Aku ingin tau, kenapa senja banyak dilewati dengan masalah kehidupan?
Dalam benakku ada banyak pertanyaan, namun aku sulit mempertanyakan perihal kau, mungkin
Kah kau masih menginginkan aku?

Bagikan: