Peringati Hari Toleransi, Jaringan GUSDURian Banten Ajak Masyarakat Cegah Diskriminasi

patron.id – Serang – CJ, Toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok, antar individu dalam masyarakat atau dalam ruang lingkup lainnya. Sikap tolerasi mampu menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Hal itu yang tengah dibahas oleh Jaringan GUSDURian Banten lewat acara dialog publik dengan tema “Toleransi Apa dan Bagaimana?”, Jumat (16/11) sore, di halaman parkir ilmiah kampus 1 UIN SMH Banten.

Taufik Hidayat Koordinator GUSDURian Banten, mengungkapkan Indonesia sebagai negara yang majemuk harus menjadi rujukan bagi negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait sikap toleransi antar umat beragama.

Terlebih hari ini, lanjut Taufik, tanggal 16 November diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional. Hari spesial ini mulai diperingati sejak 1996, saat itu Majlis Umum PBB mengundang negara-negara anggota PBB untuk mematuhi Hari Toleransi Internasional pada 16 November.

Dialog publik ini menghadirkan narasumber mulai dari Michael Sebastian P, S.Kom (Koordinator Gusdurian Bogor Raya), Hubab Nafi Nu’man (Divisi Edukasi-World Islamic Center), Saryanti Sjarif, S.Pd (Seksi Edukasi-Forum Umat Buddha Banten Barat).

dilanjutkan di tempat yang sama, nonton bareng (nobar) film Tanda Tanya yang diputar pukul 20.00 WIB. “Film ini dipilih karena memiliki fokus pada hubungan antar agama di Indonesia, sebuah negara dimana konflik agama menjadi hal yang umum, dan ada sejarah panjang kekerasan dan diskriminasi terhadap warga tionghoa yang ada di Indonesia.” ujar Taufik.

Baca Juga :  Geliat Forum Kajian Rijalul Ansor Kecamatan Keresek Sasar Generasi Milenial

Menindak lanjuti hal tersebut, Jaringan GUSDURian Banten menyatakan beberapa sikap terkait Hari Toleransi Internasional, diantaranya :

1. Indonesa adalah negara yang majemuk, dengan berbagai macam suku, bahasa, dan agama yang berbeda-beda. Maka, sikap toleransi adalah jalan utama yang dapat mempersatukan kemajemukan tersebut.

2. Toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga merupakan ejawantah nilai-nilai dari Pancasila yang merupakan pandangan hidup Bangsa Indonesia.

3. Jaringan GUSDURian se-Banten Raya mengutuk sikap intoleransi. Sikap intoleransi adalah antitesis daripada toleransi. Sikap intoleransi juga dapat berdampak kepada perpecahan bangsa dan memantik pertentangan SARA (Suku, Ras, dan Agama) yang pada akhirnya akan melemahkan dan bahkan menghancurkan bangsa Indonesia.

4. Jaringan GUSDURian se-Banten Raya Menghimbau kepada seluruh elemen bangsa, khususnya mayarakat Banten dan umumnya segenap Bangsa Indonesia agar selalu menjungjung tinggi sikap dan prilaku toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Tanah Air Indonesia tercinta. Agar tercipta suasana bangsa yang damai, dan tentram dalam bingkai kebhinekaan.

Hasil pernyataan sikap di atas, Gusdurian Banten Raya berharap semoga masyarakat Banten selalu bisa menjungjung tinggi sikap toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. [Red/CJ-TH/Imam]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •