Peran Penting Kaum Milenial Menghadapi Bonus Demografi

patron.id – Jakarta, Kaum milenial diprediksi akan menjadi kaum dominan pada bonus demografi beberapa tahun kedepan. Mereka harus memegang peranan penting dengan kontribusinya kepada bangsa dan negara. Misalnya, selalu memberikan masukan-masukan yang bisa melengkapi kebijakan pemerintah.

Suasana Pasca kegiatan

Selain itu kaum milenial tersebut mengawal semua langkah-langkah yang dilakukan oleh pemangku kebijakan baik pemerintah pusat maupun daerah.

Dosen Fakultas Ilmu Bisnis (FIB) Universitas Indonesia (UI), Maria Mantik, mengatakan era kini milenial menjadi isu yang banyak dibahas oleh berbagai kalangan. Hal itu karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi beberapa tahun kedepan.

Pada bonus demografi itu, jumlah milenial lebih banyak dibanding generasi lain sehingga tentu memiliki peranan yang dominan pula.

“Seperti yang kita lihat generasi milenial saat ini sedang trending dimana generasi milenial senantiasa dituntut harus siap menjadi garda paling depan membela negara Indonesia,” kata Maria Mantiq pada dalam Talk Show di Hotel Max One, Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/10/2019) sore.

Merespon berbagai masalah yang akan terjadi tersebut, menurut Maria Mantiq harus ada kemauan milenial ikut serta membangun bangsa dengan terus menyentuh kebijakan pemerintah yang dinilai masih keliru. Paling penting, ujar dia, milenial harus muncul ke publik tentu dengan pengetahuan yang memadai terkait berbagai persoalan.

Baca Juga :  Peduli Korban Bencana, Komunitas Pecinta Alam Galang Dana

“Diharapkan dapat menyalurkan aspirasi pendapat dalam forum-forum ilmiah yang bersifat sersan (serius tapi santai), tidak melakukan hal-hal yang merusak, dan diharapkan memiliki wadah untuk mengekspresikan diri bukan dengan demo tetapi melalui forum-forum yang membangun,” ungkapnya.

Sementara itu pengurus Asosiasi Advoat Muda Indonesia, Erfandi mengatakan selain harus memiliki pengetahuan yang mumpuni, milenial harus memiliki ideologi utamanya ideologi yang kuat. Ideologi itu katanya harus sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama yang sesuai. Atinya tidak bertentangan dengan hukum dan ketentuan di Masyarakat.

“Apalagi idelogi kita seolah sudah keluar dari jiwanya, dimana saat ini pancasila sudah mulai digerogoti oleh faham-faham luar.” Pungkasnya.

Untuk diketahui Milenial adalah kelompok demografi setelah Generasi X. Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.[Red/CJ-A.R Ahdori]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •