People Power Berpotensi Sengsarakan Rakyat

Oleh : Achmad Zamzami

patron.id – Demokrasi Indonesia selalu dinamis dan menarik perhatian dunia. Demikian pula Pemilu serentak 2019 yang diliput oleh lembaga independen Internasional, kedutaan besar negara sahabat, dan media Internasional.

Setiap tahapan pemilu, terutama masa kampanye, debat Pilpres, pemungutan suara dan penghitungan suara, ada dalam pantauan mereka. Pemilu 2019 di Indonesia, khususnya Pilpres adalah “pagelaran politik” terbesar dan paling rumit di dunia. Secara umum pelaksanaannya berlangsung relatif aman dengan tingkat partisipasi rakyat (pemilih) yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 80%.

Bagi penulis menyerukan kepada kaum pemuda dan masyarakat untuk menolak gerakan People Power berpotensi menyengsarakan rakyat. Karena hal itu dinilai bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan dan asas demokrasi pancasila.

Indonesia adalah negara berasaskan demokrasi dan berpegang teguh pada UUD 1945. Oleh karena itu, penulis menolak tegas dan tidak setuju dengan adanya isu-isu terkait People Power, karena rentan terjadi perpecahan.

Tidak ada lagi 01 maupun 02, secara kompak memilih 03, yaitu persatuan Indonesia sesuai dengan amanat Pancasila. Siapapun yang akan ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019 – 2024 mendatang, itu merupakan putra terbaik bangsa Indonesia.

Bila ada hal yang dinilai menyimpang, segala sesuatunya hendak diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku, tidak mesti dengan cara menggerakkan massa, untuk itu penulis meminta semua pihak menahan diri, tidak memperkeruh suasana yang sudah kondusif ini.

Achmad Zamzami Ketua Umum Forjap Patria
Editor : Imam Tantowi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *