Pemberdayaan Pondok Pesantren Di Era Modernisasi

patron.id – Cilegon, Pondok Pesantren (Ponpes) Salafy Al-Insan merasakan manisnya bantuan dari pemerintah melalui Dinas ESDM Provinsi Banten berupa inovasi teknologi yang ramah lingkungan yang dapat merubah kotoran ternak menjadi biogas. Jum’at (21/06/19)

Selain itu, pendidikan agama di Ponpes Al-Insan juga mempunyai moto yaitu “Menuju Pesantren Mandiri Energi”, sehingga membuat Dinas ESDM Provinsi Banten tertarik untuk merealisasikan program inovasi teknologi yang ramah lingkungan di Ponpes tersebut.

Meski pada umumnya Ponpes Salafy biasa dikenal konservatif dan jauh dari pola dan kesan modern, namun hal itu tidak berlaku di Ponpes Al-Insan yang beralokasikan di Link. Karotek, Kelurahan kalitimbang Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon tersebut.

Program intalasi biogas dari kotoran hewan dan manusia dengan desaign kapasitas digester biogas sebesar 24 meter kubik yang mampu menghasilkan gas sebanyak 81 meter kubik perbulan atau setara dengan 12 tabung LPG 3kg per bulan.

“Selain kotoran 60 ekor kambing, kami juga sudah mengembangkan ternak sapi sebanyak 2 ekor untuk menambah volume biogas. Bukan hanya kotoran hewan saja yang diolah menjadi biogas, ada juga kotoran manusia dari kamar mandi santri yang langsung terhubung ke kubah instalasi biogas sebagai bahan utama,” ungkap Ustad Ghofur.

Ustadz Ghofur merupakan pimpinan Ponpes Salafy Al-Insan yang juga sarjana teknik Metalurgi. Ia menjelaskan komposisi antara kotoran hewan dan air yang diolah pada instalasi ini sangat sederhana dan mudah diaplikasikan oleh santrinya yang kebanyakan kaum dhuafa dan anak yatim.

“Ini mudah, untuk satu ember kotoran kambing kita campur dengan satu ember air, kemudian uap gas akan tersalurkan ke pipa yang bisa kita buka tutup hingga ke kompor gas,” jelasnya.

Ustad Abdul Ghofur berserta para santri mengucapkan terima kasih kepada pemirintah pusat, khususnya Dinas ESDM Provinsi Banten yang telah meperhatikan pondok pesantren untuk menciptakan generasi santri minlenial seiiring berkembangnya zaman.

Farming integrasi modern dan salafiyah ini akan terus dikembangkan untuk menjadi siklus kedepan.

“Dengan ini juga saya sebagai alumni Ponpes Al-Insan sekaligus mahasiwa PAI UIN SMH Banten berharap dengan adanya program pemerintah yang memperhatikan kaum sarungan dapat menjadikan para santri tidak gaptek terhadap teknologi sehingga dapat menimbulkan maanfaat bagi diri sendri maupun khalayak ramai,” pungkas Muhammad Abdillah.

[Red/Muhammad A.M/Editor/Aldi Madagi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *