Pelatihan Jurnalistik, Mahasiswa Harus Berani Menulis

patron.id– Serang, Sejumlah mahasiswa yang tergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam KH Abdul Khabier (PMII STAIKHA) mengadakan kegiatan pelatihan jurnistik. di Aula Kampus STAIKHA Kubang, KecamatanPetir, Kabupaten Serang. Pelatihan ini dilakukan agar kader PMII STAIKHA bisa lebih kreatif dalam menuangkan gagasannya, terutama di bidang literasi. Selasa(18/12)

Sekitar 23 anggota PMII STAIKHA ikut pelatihan jurnalistik dengan menghadirkan salah satu media online di Banten yakni patron.id selaku narasumber pelatihan jurnalistik tersebut.

Imam Tantowi, CEO patron.id memaparkan bahwa di era revolusi industri 4.0 ini media konvensional sudah mulai mengkonvergensikan medianya kepada media baru yakni media online dan media sosial. Menurutnya, melalui media sosial setidaknya mahasiswa harus berani mencurahkan ide serta gagagasannya dalam bentuk tulisan.

“Saat ini beberapa media cetak di Indonesia sudah mulai kurang peminat, dan mulai beranjak ke media online. Maka dari itu kalian haruslah menuliskannya pada medsos.” paparnya.

Melihat realita tersebut, Ketua PKC PMII Provinsi Banten Ahmad Solahudin mengatakan, bahwa dewasa ini penggunaan media itu sangat penting. Meskipun pihaknya mengaku belum memiliki website, namun setidaknya sudah memiliki wadah media sosial sebagai sarana mencari maupun menyebarkan ide dan gagasannya lewat tulisan.

“Bermedia itu penting, setidaknya para sahabat PMII sudah memiliki media sosial, baik instagramfacebook, dan twitter,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisariat PMII STAIKHA, Abdul Latif menyambut baik kegiatan tersebut lantaran hal ini bagian dari upaya agar anggota turut mengembangkan keahliannya di bidang literasi media.

Ia berharap dengan adanya pelatihan tersebut ke depannya anggota menjadi kader yang kreatif dalam kegiatan tulis menulis. “Sangat baik untuk PMII khususnya untuk kader, supaya mereka mau terbawa ke dalam dunia literasi. Semoga dengan diadakannya acara ini kader PMII menjadi kader yang kreatif dalam membaca serta tulis menulis.” tutup Latif.[Red/Setiadi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *