PC PMII Lebak Menyoroti Radikalisme Ekstrimis yang Menyebar Luas

patron.id – Lebak, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pengurus Cabang (PC) Kabupaten Lebak masa khidmat 2019-2020 sedang menyoroti paham radikalisme-ekstrimis yang berkembang dan menyebar luas di Kabupaten Lebak, Pada Kamis (5/12/2019).

Teguh Pati Ajidarma, Ketua Umum PC PMII Lebak angkat bicara menyoal paham kebangsaan yang mulai menurun.

“Memang betul, menurut beberapa informasi yang tidak bisa saya sebutkan, Kabupaten Lebak di umur yang ke 191 Tahun ini mengalami banyak sekali penyakit. Hanya saja, hal yang kami soroti persoalan paham-paham kebangsaan yang sekarang secara realitasnya terkikis sedikit demi sedikit.” Kata Teguh.

Kabupaten Lebak di umur yang ke 191 Tahun ini mengalami banyak sekali penyakit. Hanya saja, hal yang kami soroti persoalan paham-paham kebangsaan yang sekarang secara realitasnya terkikis sedikit demi sedikit.” Ujar Teguh.

Teguh juga memaparkan Bahwa tidak hanya masyarakat yang terkena paham ekstrimis tetapi banyak kampus yang menurutnya sudah terindikasi bertolak dengan pemahaman kebangsaan. Ia juga memberikan solusi agar mahasiswa tidak bertolak dengan pemikiran kebangsaan.

“Jangankan masyarakat yang ada di Kampung, lebih parahnya lagi ada beberapa kampus di Kabupaten Lebak yang terindikasi paham radikalisme-ekstrimis. Dan kami sangat menyayangkan itu. Karena memang, kampus merupakan laboratorium utama para pemuda untuk menempa ideologi mereka semua. Seharusnya, peranan Organisasi Kemahasiswaan seperti PMII, HMI, GMNI, IMM dan organisasi cipayung lainnya adalah jawaban untuk menangkis serangan dari paham-paham yang merusak kekokohan Bangsa dan Negara ini.” Tegas Teguh.

selain itu menurutnya Organisasi yang ada di Indonesia harus tetap menjaga keamanan negara.

“Selain Organisasi Kemahasiswaan, juga tentunya perlu andil dari organisasi-organisasi lainnya yang terdaftar secara legal di Negara untuk bersama-sama menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara kita ini. Jangan cuma nyari peluang masa depan. Tentu juga perlu menjaga hasil kebaikan masa lalu.” Lanjut Teguh

Baca Juga:  GP Ansor Kota Serang Menilai Lambannya Penyerahan Aset Pemkot Serang

Teguh juga berharap, agar kemudian Pemerintahan Daerah Kabupaten Lebak bekerjasama dalam melakukan tugas sebagai warga negara yang cinta terhadap tanah air yang kemudian bisa menghasilkan gerakan yang konkreet untuk kepentingan Bangsa dan Negara.

“Kami juga meminta terhadap Pemerintahan Daerah untuk mampu bersama-sama dalam melakukan gerakan yang konkreet agar menghalau paham-paham yang sekiranya merusak tatanan pemahaman kebangsaan. Jangan hanya fokus berbicara pembangunan dan pembangunan. Tapi secara sisi ideologi kita di lupakan dan akhirnya kabur dalam cita-cita kepentingan Bangsa.” Ujar Teguh

“InsyaAllah kami dari PMII Kabupaten Lebak akan menyelenggarakan Dialog Lintas Agama dengan mengusung tema Agama Memandang Pancasila ; Menghalau Arus Radikalisme di Kabupaten Lebak.”

Menurut Teguh, kegiatan Dialog Lintas Agama ini merupakan manifesto yang nyata sesuai dengan kebutuhan daerah di Kabupaten Lebak. Kegiatan itu akan di selenggarakan pada Tanggal 14 Desember 2019 di Pendopo Bupati Kabupaten Lebak dsn turut mengundang seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengundang dari Agama-Agama yang ada di Kabupaten Lebak. Selain tokoh-tokoh agama, ada juga narasumber Nasir Abbas yang pernah menjadi salah satu jihadis Pakistan yang paling dicari di Asia Tenggara. Dia adalah anggota Afiliasi Regional Al-Qaeda, Jemaah Islamiya (JI). Menurut perwira tinggi polisi anti-teroris Indonesia, Jenderal Arsyad Mbai, Abbas adalah orang yang sangat berbahaya dan salah satu tokoh kunci dalam JI. Semoga ini menjadi salah satu kegiatan yang nyata akan kepentingan dalam berbangsa dan bernegara ini.” Tutup Teguh [Red/Aswari]

Bagikan: