Patung Lele, Ikon Kota Bekasi yang Tak Direstui

Oleh : Ahmad Zulkarnain

patron.id – Tugu Patung Lele rasanya sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga masyarakat Kota maupun Kabupaten Bekasi. Tugu yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda ini memiliki posisi yang sangat strategis di pusat Kota Bekasi, sehingga masyarakat biasa menggunakannya sebagai acuan penunjuk jalan.

Tugu tersebut berbentuk dua ekor ikan lele yang mengelilingi buah kecapi. Patung Lele didirikan pada masa pemerintahan Bupati Mochammad Djamhari pada tahun 1995 dan rencananya akan dijadikan sebagai ikon atau landmark Kota Bekasi. Alasan dipilihnya lele dan kecapi sebagai ikon Kota Bekasi adalah karena keduanya dapat dengan sangat mudah ditemukan di Kota Bekasi dan dianggap bisa merepresentasikan kota ini. Namun, pada kenyataannya banyak masyarakat yang tidak setuju dengan hal tersebut.

Menurut masyarakat, ikan lele menggambarkan sifat ketamakan dan keserakahan, karena sifat ikan tersebut yang memakan apa saja yang ada disekitarnya, bahkan kotoran sekalipun. Jadi, jika ikan lele menjadi ikon Kota Bekasi maka akan merepresentasikan masyarakat Kota Bekasi sebagai orang yang tamak dan serakah. Sedangkan untuk buah kecapi masyarakat menilai tidak pantas menjadi ikon Kota Bekasi karena buah ini tumbuh subur di Kota Bekasi sehingga memiliki harga yang sangat murah dan tidak begitu populer dikalangan masyarakat luar Bekasi.

Baca Juga :  Spectrum Goes to Campus UIN SMH Banten; Fitron Berikan Motivasi Menjadi Orang Sukses

Aksi protes terhadap tugu ini pertama kali dilayangkan oleh Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB) pada tahun 1997 kepada Bupati Bekasi. Namun, aksi protes ini tidak mendapat tanggapan sama sekali. Selanjutnya protes dilayangkan kembali kepada Walikota Bekasi dan akhirnya mendapat tanggapan. Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat keputusan untuk membongkar tugu patung lele. Namun, pembongkaran tugu tersebut tak kunjung dilakukan dan akhirnya patung lele dibakar oleh Damin Sada, seorang pengurus BKMB bersama dengan masyarakat yang tidak menyetujui tugu tersebut.

Setelah pembakaran, bundaran yang sebelumnya ditempati oleh Patung Lele diisi oleh sebuah jam yang memuat papan iklan. Dan pada tahun 2017 digantikan lagi oleh Tugu Bambu Runcing yang dapat mempresentasikan Kota Bekasi sebagai kota patriot yang gagah berani mengusir penjajah dari tanah air.

Ahmad Zulkarnain merupakan mahasiswa Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Editor : Baehaki

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •