Organisasi Primordial Sebagai Wadah Perjuangan Tempat Kembali

patron.id – Serang, Jauh di Mata dekat di hati. Peribahasa itu mungkin tepat diberikan kepada para mahasiswa perantauan. Pasalnya, menjadi seorang yang tinggal jauh dari kampung halaman akan menjadikan kerinduan di hati. Untuk mengatasi kerinduan tersebut, banyak hal yang bisa mereka para perantau lakukan, seperti mengonsumsi makanan khas daerah atau pergi ke anjungan kampung halaman di Taman Mini Indonesia Indah. Namun, bagi kalangan mahasiswa. berorganisasi merupakan pilihan yang sering dilakukan untuk mengobati kerinduan pada kampung halamannya.

Sesi Photo Bersama Pasca Kegiatan

Organisasi yang dibentuk oleh para mahasiswa tersebut adalah organisasi berbasis kedaerahan atau biasa disebut organisasi primordial. Organisasi itu beranggotakan mahasiswa yang berasal dari satu daerah yang sama.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyak terdapat sekretariat organisasi primordial di sekitar area Kampus seperti Himpunan Mahasiswa Jawilan (HIMAJA) dan Gerakan Mahasiswa Kopo (GMK) telah melakukan kegiatan kaderisasi bersama dengan julukan Forum Silaturahmi Anggota Baru (FORSAB).

Kegiatan yang telah berlangsung selama 2 hari itu berlangsung pada 12 sampai 13 Oktober 2019 lalu yang bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang-Banten.

Sebagai sekretaris pelaksana, Lailan mengungkapkan, bahwa forsab adalah kegiatan regenerasi formal pengenalan terhadap organisasi Himpunan Mahasiswa Jawilan (HIMAJA) dan Gerakan Mahasiswa Kopo (GMK) yang bersifat kedaerahan sebagai syarat menjadi anggota yang sah yang mengusung tema “Membentuk Generasi Yang Betanggung Jawab, Progres dan Berjiwa Militan,”

Baca Juga :  Listrik Padam, PK PMII UIN SMH Banten Lakukan Aksi

“Peserta FORSAB Himpunan Mahasiswa Jawilan (HIMAJA) dan Gerakan Mahasiswa Kopo (GMK) terhitung 20 peserta, yang berasal dari berbagai kampus ada yang dari UIN SMH Banten, Universitas Bina Bangsa (UNIBA), Universitas Pamulang (UNPAM), LATANSA, STKIP Setia Budi, STAI Assalamiyah dan berbagai kampus lain” Ujarnya selepas kegiatan.

Sementara itu, Muhamad Ridwan Sekretaris Jenderal HIMAJA mengatakan dalam harapnya, peserta bukan hanya semata-mata mengikuti FORSAB bagitu saja. Tetapi konsisten berperan aktif dalam organisasi dan mengawal masyarakat dilingkungannya masing-masing.

“Forsab adalah syarat bagi mahasiwa yang ingin bergabung dengan HIMAJA dan GMK disini Kita diajarkan berorganisasi, adpokasi, aksi, dan pengawalan terhadap mahasyarakat,” Ungkap Ridwan dengan penuh harap.

Hadir dalam kegiatan tersebut Fauzan Adima dan Andi Irsan Purnomo yang juga Selaku pendahulu HIMAJA dan GMK mengamanatkan Kepada Kader HIMAJA dan GMK.

“Terus jalin silaturahmi dan perbanyak diskusi diskusi kecil karena sesuatu yang besar besar berawal dari yang kecil, kemudian mahasiswa sebagai bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat yang mau tidak mau pasti terlibat langsung dalam tiap fenomena sosial, mahasiswa atau kader diharapkan mampu mengimplementasikan kemampuan dan keilmuanya dalam akselerasi perubahan kearah peradaban terlebih diwilayah Kecamatan Jawilan dan Kopo.” Pungkas Fauzan Adima.[Red/Setiadi]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •