Mengenal Seni Budaya Bela Diri Pencak Silat Gagak Lumayung

patron.id – Seni budaya bela diri pencak silat Gagak Lumayung adalah Organisasi tertua yang dilahirkan pada tanggal 20 Mei 1955, lahir bersamaan dengan konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung, merupakan salah satu organisasi perhimpunan persatuan penggemar pencak silat (P3S).

Suasana di Padepokan

P3S Gagak Lumayung dibentuk untuk mempersatukan para pesilat di Daerah Jawa Barat dengan berbagai macam aliran silat diantara aliran Cimande, aliran Madi, aliran Sera, Aliran Syahbandar, aliaran Cikalong, dalam hal ini Gagak Lumayung harus tetap membangun sebuah falsafah yang sudah ada sejak dulu, bersama Warga, bersama Umat yaitu silih asah, silih asih, silih asuh.

Dalam melestarikan seni Budaya pencak silat di Masyarakat umumnya untuk masyarakat luas agar bisa berkontribusi dalam mengembangkan seni bela diri pencak silat peninggalan warisan leluhur.

Suasana Latihan

Seni bela diri pencak silat Gagak Lumayung merupakan salah satu khasanah Budaya Bangsa Indonesia secara kualitas tidak kalah dengan budaya luar yang mempengaruhi di era 4.0 ini, Dikarenakan seni budaya bela diri pencak silat merupakan salah satu aset peninggalan dari warisan leluhur yang harus di pertahankan, dikembangkan dan dilestarikan keberadaannya.

Sekilas Tentang Penyebaran Persilatan Gagak Lumayung di tanah Banten

Pada Tahun 1952 Raden Idad Suhendar dengan setatus sosialnya sebagai seorang anggota polri dengan pangkat kapten intelegen bertugas di Banten, beliau mempunyai seorang istri bernama Hj.Suhaenah asli Banten yang berasal dari Kampung Kadomas Ciekek Kabupaten Pandeglang.

Beliau singgah di Kabupaten Pandeglang di lingkungan Ciekek Karaton, dan pada tahun 1952 itu Raden Idad memulai perjalanannya dalam menyebarkan ilmu silat Gagak Lumayung disamping menjalankan tugas kenegaraannya sebagai anggota Polri di Banten.

Di Kampung Ciekek Karaton hingga sampai dengan saat ini sudah dapat dinilai telah berhasil menyebarkan ilmu silat Gagak Lumayung di Propinsi Banten, mulai dari di Kampung Kubang Kondang, Kecamatan Menes, Labuan, Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak dan Kota Serang yaitu Bhayangkara Timur, Kampung Anda Moey Palima dan sekitarnya di Kabupaten Serang yaitu Kampung Cicokrom Kecamatan Pabuaran, Kampung Pasangkrahan, Kampung Garatiis, dan sekitarnya sampai Kecamatan Padarincang, Anyer, Kota Tangerang hingga ke luar Propinsi Banten yaitu kuningan Kabupaten Cirebon Jawa Barat dan Tanjung Karang, Lampung.

Baca Juga :  GenBI Banten Wadah Bagi Generasi Muda Berkualitas

Di Kampung Garatiis, ranting pencak silat Gagak Lumayung, dengan nama padepokan Wiraga Sejati masih terus melestarikan budaya pencak silat di masyarakat yang berdiri sejak 9 Februari 2019 lalu disahkan langsung oleh Sekretaris Jendral Gagak Lumayung Provinsi Banten.

Padepokan Gagak Lumayung Wiraga Sejati yang dipimpin oleh Rusdi dan Jumanta selaku pelatih. Rusdi mengatakan, latihan rutin mingguan yang dilaksanakan setiap Rabu dan Sabtu malam.

“Untuk latihan, rutin dilaksanakan setiap malam kamis dan malam jumat,” ujarnya di sela-sela latihan.

Sementara itu Jumanta selaku pelatih silat di padepokan tersebut berharap, kedepannya lebih baik dan ia juga berharap kepada pemerintah agar mendukung padepokan Wiraga Sejati dalam dalam setiap kegiatannya.

“Kedepannya ingin lebih baik dan lebih maju lagi, Kami juga memohon kepada pihak terkait untuk membantu dan mendorong dukungan memfasilitasi padepokan wiraga sejati di kampung gara tiis desa cisalam kecamatan baros kabupaten serang ini,” ungkapnya dengan penuh harap.

Perlu diketahui, padepokan yang terbilang masih berusia muda ini pun telah meraih prestasi harapan 1 Singa Jawara yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Cilegon Center Mall, dan pentas seni budaya untuk menarik wisatawan.

“Pernah pentas seni budaya dan pariwisata untuk menarik pengunjung di pantai florida anyer.” pungkas Jumanta selaku pelatih di padepokan Wiraga Sejati.[Red/Setiadiwangsa]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •