Maya Muizatil Lutfillah Aktivis Perempuan Dengan Segudang Prestasi

patron.id – Jakarta, Terbilang banyak sekali kaum milenial muda yang eksis bergerak untuk kemajuan Negeri tercinta. Salah satunya yaitu Maya Muizatil Lutfillah Putri asal Banten yang selalu berperan eksis dalam memberikan perubahan.

Sebagai seorang Aktivis muda di Korps PMII Putri (Kopri), Pengurus Besar (PB), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ketua Bidang Pendidikan Seni Budaya dan Olahraga yang selalu bergerak dan menyegarkan gagasan-gagasan untuk perubahan, tidak membuat Maya (26) terhalang untuk meraih Prestasi Akademik maupun Non Akademik.

Sosok seorang Maya dapat melunturkan pandangan negatif kepada Aktivis, pasalnya kerap sekali Aktivis diidentikan sebagai pendemo dan lainnya. sehingga membuat Maya angkat bicara terkait Prestasi Akademik maupun Non Akademik yang diraih olehnya.

“Alhamdulillah saya aktif di organisasi dan bisa dibilang seorang Aktivis, Perempuan yang berada di circle pergerakan tak melulu harus disebut pendemo saja, banyak aktivis yang berprestasi baik di akademisnya maupun non akademisnya, Alhamdulillah saya tidak absen terkait prestasi akademis dan non akademis, Pada tahun 2017, saya menerima beasiswa dari NU CARE Lazisnu PBNU, di tahun 2016 sebagai penerima Award Beasiswa Unggulan program Pasca Sarjana Kementrian Pendidikan dan budaya Republik Indonesia, Juara satu Lomba fotografi Pergerakan pada tahun 2015 dalam rangka Hari Lahir (Harlah) PMII yang diselenggarakan oleh PB PMII di Surabaya, tahun 2014 saya dinobatkan menjadi juara Nong (Duta Pariwisata dan Kebudayaan) Provinsi Banten sekaligus sebagai Nong Persahabatan Provinsi banten 2014, di tahun 2013 saya juga dinobatkan sebagai finalis Nong (Duta Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Serang, Juara 3 lomba pidato Bahasa Indonesia Se-Jabodetabek-Banten pada kegiatan Al-Mizan Galang Kreasi (Agrasi) di Pondok Pesantren Almizan tahun 2008.” Kata Maya saat ditemui Jurnalis patron.id disela-sela rutinitas kesehariannya, Pada Sabtu (15/02/2020).

Baca Juga:  MAPABA Rayon Dakwah UIN SMH Banten

Disisi lain banyak proses yang dilalui oleh Seorang aktivis yang menyandang gelar sebagai Magister Pendidikan dalam program Pasca Sarjana di Universitas Negeri Jakarta tersebut, diantaranya Ia pernah mengenyam pendidikan pesantren.

“Saya pernah mengenyam pendidikan tingkat SMA sederajat di Pondok Pesantren Al-Falahiyah Kemuning selama 6 tahun dan menempuh pendidikan pesantren yang mengkolaborasikan pesantren salafi dan modern.” Ungkapnya.

Sebagai salah satu sosok dalam gerakan perempuan Ia menegaskan kepada para kader KOPRI terkait derasnya arus perkembangan zaman.

“Untuk bisa bertahan sebagai gerakan perempuan yang dibutuhkan oleh derasnya arus perkembangan zaman, maka KOPRI dituntut untuk menguasai keilmuan yang spesifik dan menjadi penggerak di setiap bidang kehidupan, melalui revitalisasi pendidikan dan pelatihan keterampilan di lingkungan Kopri PMII.” Imbuhnya.

Menurutnya Perempuan perlu aktif di segala lini kehidupan karena sudah menjadi suatu kebutuhan.

“Kesadaran akan kaum perempuan untuk aktif di segala lini kehidupan menjadi kebutuhan yang harus segera terealisasikan.” Tuturnya.

Maya juga menegaskan Kaum Perempuan perlu berfikir maju dan berdaya saing guna menjadikan Aktivis perempuan yang mandiri dalam berbagai hal.

“Menjadi sosok yang mandiri secara ekonomi, kreatif, inovatif, percaya diri harus direalisasikan dan ditampilkan kemuka, tentunya ini akan menjadi kekuatan besar yang memastikan terwujudnya Kaum perempuan yang berfikir Maju dan berdaya saing , berakhlakul karimah serta berlandaskan ahlusunah waljamaah.” Pungkasnya. [Red/Aldi]

Bagikan: