Masyarakat Puas dengan Perubahan di titik rawan kemacetan oleh PUPR

patron.id – Serang, Pembenahan Bahu Jalan di Pasar Baros, di titik rawan kemacetan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dinilai sangat tepat, Pasalnya sebelumnya banyak yang menggunakan bahu jalan untuk parkir kendaraan, seharusnya untuk pejalan kaki, belum lagi banyak sampah berserakan di bahu jalan yang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh Pedagang, sehingga mengakibatkan becek serta bau dari pembuangan sampah tersebut.

Kondisi Jl.Raya Baros

Hal tersebut diungkapkan Samsu, pengendara motor, “Memang seharusnya dibuatkan secara khusus apalagi sampah yang semakin lama sampah akan membusuk dan menimbulkan becek bagi penjalan kaki, serta ketidak nyamanan karena bau sampah tersebut, Meskipun perekonomian pasar harus tetap jalan, tapi jangan lupa dengan Masyarakat sekitar yang mempunyai hak yang seharusnya, dan oleh karenanya pemerintah melakukan pembenahan terhadap perbaikan dibahu jalan tersebut. Dengan memasangnya balok beton dipembatas jalan dengan pasar, balok pembatas ini membuat Pedagang yang dulunya jualan dibahu jalan tidak kembali lagi, Begitu juga dengan para pedagang yang sering membuang sampah dibahu jalan sehingga sampai menumpuk sampah tersebut,” Ujarnya

Ia bersyukur karena menurutnya ada pengurangan kemacetan setelah ada perbaikan

“Setelah Pembenahan dan perbaikan jalan kemacetan berkurang serta lancar dalam perjalanannya, dan juga bahu jalan tidak mengalami kendala yang dialami sebelumnya, seperti halnya becek dan bau sampah yang menumpuk dibahu jalan, Pengguna jalan, Pejalan kaki senang atas pembenahan kemacetan di Jalan Pasar Baros kabupaten Serang,” Tambahnya

Ia juga merasa senang dengan apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Serang melalui Dinas PUPR

“Kita merasa senang, karena di tempat penyebrangan yang mau ke arah petir sekarang sudah ditutup dengan balok plastik, dengan begitu tidak menimbulkan tersedatnya para pengendara, Yang mana sebelumnya sering tersedatnya para pengendara, Karena banyaknya pengendara yang berhenti dan menyebrang seenaknya, sehingga lalu lintas juga jadi lancar.” Pungkasnya

Oleh : Mudofal Mahasiswa UIN SMH Banten

Editor: Aldy Madagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *