Masinis

Dari stasiun ke stasiun adalah nyanyian perlawanan,
Atas kegelisahan yang kian lama terpendam

Berbagi dengan alam adalah cara agar sesiapa bisa menikam gelisahnya

Jangan bertanya sebab apa,
Yang kutau disana kau akan temukan bahagia dengan cara sederhana…

Sepanjang gerbong kereta adalah nyanyian keangkuhan untuk tiba sampai tujuan

Jangan.. jangan kau hentikan, sebab masinis tak bisa menunggu
Ia hanya tau maju seperti peluru
Meski disana ada takdir tuhan yang tak sempat ku gambarkan..

Barangkali jarak yang belum sempat kau tempuh adalah ujian keyakinan
Yang tak perlu kau hindarkan,
Atau sebab laju kereta kita belum senada

Baca Juga :  Puncak Becici dan Pamaknaan Diri

Jangan.. jangan meracau, menghardik atau sampai lupa ini tentang kita dan keyakinan kita yang kian menjelma

Bila tak sempat kau temukan arti, barangkali semua yang kau temui hanya tentang masinis, gerbong kereta, stasiun yang hendak kau tempuh, makanan, rell kereta, angkutan massa sebatas kasat mata..

Sudahlah cukup percaya saja
Tuhan punya cara dan kita berhak berupaya
Seperti hal nya masinis, tak tau cara menunggu tapi ia tau cara menempuh..

Aim Ibnu Zamzam

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •