Komunitas Berbagi Nasi Serang

Oleh : Safika Sufiyani

patron.id – Kota Serang disebut sebagai kota dengan tingkat kemiskinan terendah ketiga di Provinsi Banten melalui hasil BPS (Badan Pusat Statistik) per tahun 2017, namun kembali mengalami peningkatan sebesar 0,01% sepanjang tahun 2018, artinya angka masyarakat kurang mampu di Kota Serang masih terbilang cukup tinggi. Bahkan ada sebagian dari mereka, untuk makan sesuap nasi pun harus bekerja hingga malam hari. (26/19)

Dalam rangka mendorong tingkat kesejahteraan di Kota Serang, bukan hanya menjadi tugas aparatur pemerintah saja namun masyarakat biasa pun bisa turut andil dalam meringankan permasalahan tersebut, seperti membentuk komunitas sosial misalnya.

Pada 30 mei 2013 lalu terbentuklah sebuah organisasi komunitas “Berbagi Nasi Serang”, yang merupakan salah satu komunitas sosial bagian dari “Berbagi Nasi”.

Sedikit kilas balik, mulanya komunitas berbagi nasi dibentuk di Kota Bandung oleh Danang yang pada saat itu berawal dari rasa ingin berbagi sekaligus membantu sesama. Danang bersama seorang rekannya yaitu Azhar membagikan nasi bungkus kepada orang-orang yang membutuhkan di daerahnya. Walaupun belum berimplikasi terlalu banyak, Ia merasa setidaknya apa yang dilakukan bisa ikut meringankan sedikit beban mereka yang membutuhkan. Tidak sampai disitu, Azhar memiliki ide untuk menyebarkan kegiatan ini ke lebih banyak orang. Lalu pada bulan Agustus 2012, Berbagi Nasi membuat akun sosial media di Facebook dan Twitter untuk menyebarkan info kegiatan dan mengajak orang-orang untuk turut serta berpartisipasi, hingga akhirnya mendapat banyak tanggapan positif dari orang-orang  sekitar sehingga kegiatan berbagi nasi menyebar di beberapa kota di Indonesia sampai sekarang.

Komunitas Berbagi Nasi ini adalah sebuah gerakan yang dibuat dengan cara sederhana, yakni dengan memberikan nasi bungkus, khususnya kepada saudara-saudara kita yang tidak memiliki tempat tinggal yang layak dibeberapa kota di Indonesia termasuk salah satunya di Kota Serang. Sehingga atas usulan dari Dita Septi Nurina terbentuklah komunitas berbagi nasi di Serang, yang sekaligus diketuai olehnya. Dalam sepak terjang perjalanannya, Berbagi Nasi Serang melewati fase jatuh bangun hingga akhirnya komunitas ini dapat kembali bereksistensi. Setelah masa jabatan Dita telah usai, kini estafet perjuangannya dilanjutkan oleh Fahmi Ramdan.

Baca Juga :  Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik Unsera Berhasil Raih Akreditasi B

“Adapun visi misi  berbagi nasi Serang ini sederhana, yaitu ingin cepat bubar. Loh? Kenapa? Kok bubar? Iya, karena kita ingin menjadi negara maju, sehingga sudah tidak ada lagi warganya yang harus sakit karena kelaparan,” ucap Fahmi saat menjelaskan mengenai komunitas yang sedang di pimpinnya itu.

Kegiatan utama yang dilakukan oleh komunitas ini adalah membagikan nasi kepada yang membutuhkan. Sasarannya ialah mereka yang tidak memiliki tempat tinggal layak dan orang-orang yang bekerja pada malam hari serta tuna wisma, pemulung, tukang becak, tukang sapu, dan siapapun yang membutuhkan yang membuat hati terketuk untuk membaginya.

Berbicara mengenai sumber untuk terus bisa melakukan kegiatannya, Berbagi Nasi Serang dapat memperoleh bantuan dari para donatur, bahkan ada donatur tetap yang menyalurkan untuk kegiatan ini. Tidak hanya itu, anggota pun turut berkontribusi dengan membawa nasi untuk dibagikan dengan jumlah sesuai kemampuan masing-masing dan lauk yang sama seperti yang mereka makan sehari-hari, serta sifatnya tidak memaksa. Jadi, bagi yang ingin memberikan bantuan berupa tenaga dan waktu, komunitas ini sangat terbuka dalam menerima bantuan.

Aksi berbagi ini dilakukan dua kali dalam satu bulan, yakni pada awal bulan di hari Jum’at pukul 20:00 sampai dengan selesai, dan pada akhir bulan di hari minggu pukul 16.00 sampai dengan selesai, dengan  membagikannya keliling Kota Serang untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.

Selain itu, tidak hanya berbagi nasi, komunitas ini juga sering mengadakan event besar pada hari-hari tertentu seperti berbagi kasih bersama ibu-ibu pemulung di Sempu pada saat Hari Ibu, Nasiversary dan lainnya.

Sebagai makhluk sosial sudah kewajiban untuk saling tolong menolong dan berbagi kepada orang lain. Melalui sebungkus nasi, kita sadar bahwa kepedulian terhadap sesama bisa tumbuh dari hal yang kecil sekalipun dan dengan berbagi juga menyambung tali silaturahmi, serta mengajarkan kita untuk selalu bersyukur.

“Harapannya gerakan berbagi nasi ini bisa membuat kita lebih peka terhadap sesama serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan membuat kita menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama,” tutupnya.

Safika Sufiyani seorang mahasiswi UIN SMH Banten.
Editor : Hamdu

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •