Komisioner KPU : Berita Hoax Sebabkan Angka Pertisipasi Pemilih Menurun

patron.id – Serang, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Baros (IKAMABA) menggelar diskusi dengan tema “Peran Pemuda dan Mahasiswa Baros Menghadapi Pemilu 2019”, Sabtu (9/2/2019), di salah satu rumah makan, Baros, Kabupaten Serang.

Diskusi ini menghadirkan narasumber Komisioner KPU Provinsi Banten Eka Satya Laksamana, Komisioner Bawaslu Kabupaten Serang Abdurohman, dan CEO patron.id Imam Tantowi.

Peserta diskusi saat pembukaan

Eka Satya Laksamana, dalam diskusinya memaparkan saat ini masyarakat Indonesia sedang menjalankan pelaksanaan demokrasi yaitu pemilu. Upaya konsolidasi demokrasi pun semakin meningkat, namun menurutnya, angka partisipasi pemilih menurun. Hal itu disebabkan lantaran maraknya politik uang, berita hoax dan ujaran kebencian.

“Indonesia secara umum kita sedang menjalankan pelaksanaan demokrasi, upaya konsolidasi demokrasi semakin meningkat namun angka partisipasi pemilih semakin menurun karena maraknya money politik, hoax dan ujaran kebencian.” paparnya.

Demokarsi politik, lanjut eka, menuntut partisipasi dari masyarakat yang disebut demokrasi partisipatoris maka wajib bagi pemuda, pelajar, aktivis harus mengambil peran dalam pemilu. Peran yang bisa diambil oleh mereka (pemuda, pelajar, aktivis) yaitu menjadi pengawas di KPU maupun di tiap-tiap TPS.

Ia juga menekankan agar mereka bisa berkomitmen diri menangkal berita-berita hoax, politik uang dan ujaran kebencian.
“Peran yang bisa kita ambil yaitu menjadi pengawas di KPU maupun di tiap-tiap TPS. Sebagai pemuda kita juga harus berkomitmen diri menangkal berita-berita hoax, menagkal politisasi uang dan ujaran kebencian.” tegasnya.

Hal ini juga senada diungkapkan Abdurohman, Bawaslu Kabupaten Serang, terkait penurunan angka partisipasi pemilih yang disebabkan oleh politik uang.

Ia mengatakan bahwa pemilu merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh negara dan dalam prakteknya harus sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tertuang dilarang memberi barang-barang atau politisasi uang.

Pemilu sangat mempengaruhi terhadap individu dimana politik uang, berita hoax dan ujaran kebencian mampu memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap hasil pemilu.

Bawaslu, kata Abdurohman, bertugas menangani pengawasan, pencegahan, dan penindakan selama pemilu berlangsung. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan media agar para lembaga penyiaran tersebut tidak diinformasi memberikan informasi kepada masyarakat.

“Bersamaan dengan itu kami juga bergandengan tangan media agar tidak terjadi disinformasi.” ujarnya.

Sementara itu CEO patron.id Imam Tantowi, menghimbau kepada pemuda, pelajar, aktivis, serta elemen masyarakat lainnya agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi tidak benar atau hoax. Karena bagaimana pun produser informasi hoax akan terus melakukan tindakan disinformasi tanpa pembaca, dengan demikian mereka akan sadar bahwa hoax adalah bagian dari musuh bersama, menjadi tanggungjawab bagi semua element.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh CSIS, ia mengungkapkan bahwa berita hoax mencapai 60% dalam berbentuk tulisan, dan sisanya berbentuk audio visual. Oleh karena itu ia mengajak kepada pemuda, mahasiswa, aktivis, dan para elemen masyarakat untuk mampu menjaga komitmen terkait keberagaman dalam satu kesatuan dengan tidak meneruskan informasi hoax.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada pemuda, mahasiswa, aktivis dan berbagai element masyarkat agar mampu mendukung gerakan Ikamaba maupun element lainnya yang berperan serta aktif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. [Red/Baihaqi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *