Ketua Umum Lantik Pengurus GP Ansor se-Banten

patron.id – Serang, Sebanyak 4.444 orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Banten dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Provinsi Banten mengikuti apel kebangsaan serta pelantikan kader GP Ansor tingkat wilayah dan tingkat cabang, Sabtu (25/8), di Alun-alun Barat Kota Serang.

GP Ansor yang dilantik diantaranya, Pimpinan Wilayah Provinsi Banten, Pimpinan Cabang Kota Serang, Cabang Kota Cilegon, Cabang Kabupaten Serang, Cabang Kota Tangerang. Kegiatan yang bertema Bela Agama, Bela Bangsa dan Bela Negeri ini dilakukan dalam rangka meneguhkan sikap GP Ansor, baik di tingkat wilayah maupun tingkat pusat, dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pengurus Pusat Koordinator Wilayah (PP Korwil) Jakarta Banten, Saiful R Dasuki, mengatakan para pengurus, baik di tingkat wilayah maupun tingkat cabang, agar bisa menjalankan organisasinya dengan baik sesuai intruksi yang berikan PP GP Ansor. “Sebagaimana intruksi Ketua Umum GP Ansor kepada para kadernya agar selalu dalam bimbingan para ulama yang ada di Nahdlatul Ulama,” ujarnya, saat memberikan sambutannya di depan ribuan kader GP Ansor dan Banser Provinsi Banten.

Alasan GP Ansor dan Banser harus patuh terhadap kiyai dan ulama yang ada di Nahdlatul Ulama, ia menjelaskan lantaran belakangan ini Negara dihadapkan dengan gerakan-gerakan populisme islam, yaitu sebuah gerakan yang menjadikan islam sebagai alat pergerakan kelompok-kelompok tertentu. “Ini seolah-olah islam adalah mereka, kalau tidak ikut mereka berarti bukan islam. Kalau Ansor dan Banser tidak ikut mereka maka kita disebut kafir. Kita disebut sebagai orang-orang yang bukan bagian umat islam. Kenapa mereka melakukan seperti itu karena mereka punya tujuan khusus, ingin menguasai negara ini, ingin merubah sistem negara menjadi negara khilafah. Maka gerakan-gerakan ini begitu mengemuka, terutama di dunia maya atau media sosial,” terangnya.

Melihat kondisi seperti itu, Saiful menghimbau kepada para kader Ansor dan Banser di wilayah Banten agar berani masuk ke dunia media sosial untuk melawan gerakan-gerakan tersebut. Sebab jika Ansor dan Banser bersikap diam, maka tamatlah Negara ini. Bahkan jika Ansor dan Banser sudah tidak peduli, maka keberagaman Negara ini akan terancam. “Kita tidak hanya cukup melakukan yasinan, tahlilan, maulidan, sholawatan, atau lainnya yang merupakan ciri khas orang NU. Oleh karena itu seluruh kader Ansor maupun Banser sudah seharusnya ikut berjihad melalui media sosial untuk melawan kelompok-kelompok tersebut,” katanya.

Upaya tersebut tidak hanya berlaku bagi para kader Ansor dan Banser. Ia juga berupaya akan meminta kepada masyarakat yang berbeda agama, organisasi, atau apapun latar belakangnya, agar bisa menyatukan barisan untuk menjaga NKRI. Sebab Republik ini tidak hanya didirikan oleh satu golongan, satu kelompok, bahkan satu agama. Justru Negara ini didirikan oleh berbagai umat agama yang ada di Indonesia. “Kita harus ingat bahwa agama Isalam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu yang telah sepakat mendirikan Negara ini menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka yang sudah mempercayakan kepada pemimpin-pimimpin kita untuk membentuk dasar negara ini yaitu Pancasila. Maka jika ada yang membeda-bedakan saya islam, kamu tidak islam, maka itu adalah bukan Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Serang Tegaskan tidak ada cuti tambahan bagi ASN

Hal itu senada dengan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait para kader GP Ansor dan Banser yang harus patuh terhadap kiyai maupun ulama. “Kita harus hormati dan takzim kepada ulama, karena dengan do’anya Banten yang kita canangkan sebagai provinsi yang berakhlakul karimah akan tercapai,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah mengagumi keberadaan GP Ansor sejak usia belia. Dimana pada saat itu pengurus GP Ansor dan Banser Kota Tangerang yang selalu berada di depan dan berani melawan ideologi komunisme demi membela kebenaran, membela masyarakat dan membela bangsa. Solidaritas Ansor dan Banser juga begitu luar biasa.

Oleh karena itu, ia berharap sikap solidaritas Ansor dan Banser harus diterapkan dalam mendukung pemerintah provinsi dalam melakukan pembangunan. Seperti diketahui, ia menyebutkan bahwa pemprov telah melakukan pendidikan gratis, kesehatan gratis, serta 164 infrastruktur jalan yang sedang dibangun, dan revitalisasi Banten Lama. “Kita ingin mengangkat kembali kejayaan Kesultanan Banten dari Banten Lama karena di lokasi tersebut mengandung makna, syarat perjuangan kebebasan Republik Indonesia, serta syarat dalam membangun pendidikan dan agama. Jadi, simbolisasi Provinsi Banten ada di Banten Lama,” terangnya.

Sementara itu Ketua GP Ansor Banten Ahmad Nuri mengatakan pihaknya akan siap memperkuat lembaganya dengan cara menyatukan para kadernya di kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Banten demi memperkokoh NKRI dan pancasila. Selain itu, pihaknya juga tidak akan terjebak dalam penguasa apa pun karena politik yang ia terapkan adalah politik kebangsaan yang telah diwariskan oleh para masaih (pendiri).

Acara dihadiri Ketua Umum PP.GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Komandan Satkornas Banser Alfa Isnaeni, Gubernur Banten Wahidin Halim, Kapolda Banten Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra, Dandrem, Ulama Banten KH Abuya Muhtadi, serta seluruh jajaran pengurus GP Ansor se-Banten. Sementara pelantikan pengurus wilayah dan cabang dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor.

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •