Kemendikbud Tegaskan Keputusan Masuk Sekolah

Oleh : Ratu Siti Mardiyah

Corona virus diseases (Covid-19) saat ini telah mewabah ke berbagai penjuru belahan dunia yang konon bermula dari Wuhan, China.

Pandemik ini berdampak terhadap berbagai aspek tidak terkecuali Indonesia.

Akibat covid-19, masyarakat Indonesia terutama bagi Pelajar serta Mahasiswa dianjurkan oleh pemerintah untuk melakukan belajar di rumah, Sosial Distancing hingga physical distancing.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah di Indonesia menjadi sistem daring.

Kemendikbud telah resmi meluncurkan program “Belajar dari Rumah” sebagai alternatif belajar di tengah Pandemik Covid-19, sekaligus memastikan bahwa dalam kondisi darurat seperti sekarang, masyarakat terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran di rumah salah satunya media televisi, berdasarkan rilis resmi Kemdikbud.

Sementara itu, mengenai keputusan jadwal masuknya sekolah, Kemendikbud Nadiem Anwar Makarim belum mengeluarkan keputusan resmi jadwal masuknya sekolah dan juga Tahun ajaran baru 2020/2021.

Dalam Rapat Kerja yang dilakukan secara telekonferensi dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di Jakarta, pada Rabu (20/5/2020) lalu mengatakan bahwa Keputusan untuk diberlakukannya kembali masuk sekolah akan ditetapkan berdasarkan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta keputusan mengenai waktu dan metodenya bukan keputusan Kemendikbud sendiri.

“Mengenai isu pembukaan sekolah kembali, kami memang sudah menyiapkan beberapa scenario” Kata Nadiem.

“Namum hal itu menjadi diskusi pada pakar-pakar dan keputusannya masih dalam pembahasan Gugus Tugas (Percepatan penanganan Covid-19)“. Ujar Nadiem Makarim.

Dikutip dari liris resmi Kemendikbud menyampaikan “Jadi kami yang akan mengeksekusi dan mengoordinasikan”.

Baca Juga:  Dinar dan Dirham : Dapatkah menjadi solusi krisis ekonomi Indonesia?

Nadiem juga menjelaskan ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan pembukaan kembali sekolah pasca kebijakan belajar di rumah sebagai bagian dari Pembatasan Sekolah Berskala Besar (PSBB) guna menahan  penyebaran dan perluasan pandemi Covid-19.

“Tapi Keputusan kapan, dengan format apa, dan seperti apa, karena ini melibatkan faktor kesehatan, bukan hanya pendidikan, itu masih di Gugus Tugas,” Kata Mendikbud Nadiem Makarim.

“Jadi saya tidak bisa memberikan pernyataan apa-apa karena keputusannya ada pada Gugus Tugas” Kata Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

Mengenai beredarnya kabar bahwa Kemendikbud akan membuka sekolah pada awal tahun ajaran baru di bulan Juli dinyatakan tidaklah benar adanya.

“Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan kepastian, karena memang keputusannya bukan di kami. Jadi mohon stakeholders atau media yang menyebut itu, itu tidaklah benar,” tegas Nadiem Makarim.

Setelah rapat kerja, Nadiem menambahkan bahwa dibanyak negara awal tahun ajaran baru relatif tetap.
Adapun demikian, penyesuaian metode belajar disesuaikan dengan kondisi dan status kesehatan masyarakat dimasing-masing wilayah.

Jadi, intinya masyarakat diminta agar tidak mudah percaya dengan isu yang menyebutkan bahwa sekolah akan kembali dibuka pada bulan Juli atau awal tahun ajaran baru  2021.

Bagaimana tanggapan anda kerabat patron.id yang budiman?

Conveyor Of Public Opinion merupakan Mahasiswa Aktif Kelahiran 3 Januari 2000, Hobby Membaca dan menulis, Saat ini sedang mengenyam pendidikan di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *