Jelang Porkot, KONI Kota Serang Berharap Anggaran Bertambah

patron.id – Serang, Komite Olahraga Indonesia (KONI) Kota Serang berharap Pemerintah Kota Serang bisa menambahkan anggaran pelaksanaan event Pekan Olahraga Kota (Porkot) Serang pada 2021 mendatang. Hal ini dikarenakan adanya penambahan cabang olahraga yang akan dipertandingan di ajang tersebut dan harga perlengkapan atlet pun tentu mengalami kenaikan tiap tahun.

Ketua KONI Kota Serang Deni Arisandi mengungkapkan pihaknya sudah mengajukan nominal anggaran untuk perhelatan ajang olahraga tersebut kepada Walikota Serang, sekitar Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar. Pada 2016, untuk event yang sama, KONI Kota Serang telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,25 miliar.

“Sudah disampaikan dan alhamdulillah Pak Wali siap bantu untuk itu. Makanya beliau akan monitor kalau pun kurang akan ditambahkan,” kata Deni kepada patron.id di Puspemkot Serang usai audiensi dengan Walikota Serang, Jumat (16/10/2020).

Selain menghadapi Porkot, KONI Kota Serang juga sedang mempersiapkan para atletnya untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua, membentuk tim Pusat Pelatihan Daerah (Pelatda) pada Desember 2021, dan Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) Banten pada 2022.

“Makanya kami pun Kota Serang tidak mau tertinggal untuk hal itu,” jelas Deni.

Maka total anggaran biaya yang dibutuhkan KONI Kota Serang untuk event Porkot dan PON sekitar Rp 9 miliar.

Sejauh ini atlet Kota Serang selalu menjadi yang terbanyak penyumbang medali seperti pada PON 2016 di Bandung, Jawa Barat. Maka Deni berharap momen tersebut bisa terulang saat PON 2021 di bumi Candrawasih mendatang.

“Kita akan memberikan yang terbaik untuk Banten, bahwa Kota Serang itu penyumbang medali terbanyak, selain Porkot,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin, meski yang diajukan KONI mencapai Rp 9 miliar.

Sebab menurutnya, persoalan anggaran tergantung keputusan bersama antara legislatif dengan eksekutif, dalam hal ini DPRD dan Walikota.

“Iya mintanya 9 miliar, maksimal 5 miliar Insya Allah bisa diperjuangkan di 2021. Jadi nanti kesepakatan bersama mudah-mudahan hasilnya memuaskan. Saya nanti mengajukan ke dewan, mudah-mudahan bisa diakomodir 5 miliar,” ungkapnya. [Red/Roy]

Bagikan: