Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu Menolak Gerakan People Power

patron.id Serang, Membahas pasca Pemilu yang tengah marak terkait dengan People Power, Kolase Nusantara adakan kegiatan Dialog Kebangsaan yang membesut tema Pegang Teguh Pancasila, Dinamika Pemilu 2019 Takan Mampu Goyahkan NKRI. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Makan “S” Rizky, Ciceri, Kota Serang, Rabu (22/0519).

Para Peserta Dalam Kegiatan Dialog Kebangsaan yang Diadakan oleh Kolase Nusantara. [patron.id]

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tiga penarasumber, yaitu Nana Subana Koordinator Umum JRDP, Hifdzi Ridho Direktur Ciujung Institute, dan Rohman Al Bantani Akademisi.

Pada forum tersebut, Rohman Al Bantani membahas tentang tragedi kerusuhan pasca pemilu yang terjadi semalam. Ia mengatakan, hal tersebut berkaitan dengan banyaknya pemberitaan Hoax yang beredar.

“Kita harus berhati-hati dengan apa yang terjadi hari ini tentang kerusuhannya tadi malam hingga saat ini masih tegang di Jakarta. Boleh jadi itu ulah Hoax karena adanya berita-berita yang tidak benar. Saat ini media sosial bisa jadi komponen yang sangat penting untuk menjaga kesatuan dan persatuan,” katanya.

Direktur Ciujung Institute, ikut menanggapi apa yang dikatakan oleh Rohman. Hifdzi menuturkan bahwa rakyat tengah dibohongi.

Baca Juga :  Relawan JOKER optimis Menangkan Jokowi-Ma’ruf

“Ini bukan people power tapi elite power, ini adalah satu hal yang harus kita tandai bahwa semakin kita menumbukan pandangan kritis maka kita akan memisahkan diri untuk berpikir dan bersungguh-sungguh untuk tergerak membela bangsa negara,” tutur Hifdzi.

Sementara itu, masih dalam forum yang sama, Nana Subana menolak gerakan people power yang tengah marak diberitakan. Ia mengungkapkan, people power merupakan imbas dari hasil pemilu pada 17 April lalu.

“Karena ketidak puasan hasil yang didapat oleh salah satu kelompok politik, dengan dalih gerakan mengepung Jakarta melalui gerakan jalanan menggunakan people power,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, JRDP menolak jika gerakan people power mendorong situasi nasional yang tidak stabil.

“Tinggal dimaknai saja kalo gerakan people power hanya mengekspresikan ya boleh-boleh saja, tetapi jika gerakan itu merujuk kepada kerusuhan kita sebagai anak bangsa menolak itu. Kami JRDP menolak jika gerakan itu mendorong situasi nasional yang tidak stabil,” pungkas Koordinator Umum JRDP. [Red/Aldi]

Share Berita ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •