Hasil Survei, Sistem Ganjil Genap Dinilai Berhasil dan Perlu Dilanjutkan

patron.id – Jakarta, Warga Jabodetabek memandang kebijakan ganjil genap dinilai telah berhasil dan perlu dilanjutkan. Hal itu diungkapkan Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) saat menggelar konferensi pers terkait hasil studi evaluasi pelaksanaan kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap. Jum’at (21/12/2018), Jakarta.

Lya Anggraini, Ketua Tim Peneliti Kebijakan Ganjil Genap LP3ES, mengatakan bahwa kebijakan Ganjil-Genap dinilai sudah tepat oleh sebagian besar masyarakat 73,1% untuk mengurangi kemacetan di jalan-jalan ibukota. Selain menganggap sudah tepat, mayoritas publik DKI Jakarta dan sekitarnya juga setuju 72,3% atau bahkan sangat setuju 8,6% dengan penerapan pembatasan lalu lintas dengan sistem Ganjil-Genap ini. Sementara untuk responden retail, tidak ada tendensi beda pendapat antara pelaku retail di pasar dan pusat perbelanjaan (mall).

“Sebagian besar yang menyatakan setuju adalah pedagang yang berada di pusat pembelajaan/ mall sebesar 55% begitu juga pelaku ritel yang berada di pasar menyatakan setuju sebesar 47,5%.” ungkap Lya, melalui pres realess-nya.

Survei ini dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga Ibukota yakni Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Total sampel yang dikeluarkan oleh LP3ES sebanyak 1000 orang, terdiri atas responden masyarakat (n=900) dan pelaku retail di mall dan pasar (n=100).

Margin of error dari survei ini adalah kurang lebih sebesar 3,3% untuk responden masyarakat, dan sekitar 9,8% untuk responden pelaku retail, pada tingkat kepercayaan 95%. Pengumpulan data dilakungan pada tanggal 1 hingga 10 Desember melalui metoda wawancara tatap muka.” ungkap Lya, melalui pres realess-nya.

Penelitian ini menggunakan metoda campuran (mix-method), yakni survei dan analisis sentimen media online/sosial. Survei digunakan untuk mencari pola umum atau generalisasi pendapat masyarakat dan pelaku retail. Sementara Analisis Sentimen Media Sosial digunakan untuk melihat kecenderungan intensitas perbincangan media online serta pendapat dan sikap netizen dalam memandang implementasi kebijakan Ganjil-Genap.

Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya meyakini bahwa kebijakan ganjil genap memiliki dampak positif dalam mengurangi kemacetan (73%), mengurangi polusi udara (58%), dan menambah kecepatan rata-rata berkendara (65%). Hal ini dinyatakan oleh sebagian besar masyarakat (73,1%) yang beranggapan bahwa kebijakan ini sudah tepat untuk mengurangi kemacetan jalan-jalan ibukota.

“Pandangan ini terbagi secara konsisten di antara mereka yang tinggal di daerah spot atau area jalur Ganjil-Genap, non spot dan juga daerah penyangga. Demikian juga jika didasarkan pada kepemilikan kendaraan.” ujarnya.

Diantara mereka yang setuju, masih dikatakan Lya, sekitar 93% mayoritas masyarakat setuju jika kebijakan ini diberlakukan secara permanen untuk mengatasi masalah kemacetan ibukota. Pandangan yang setuju terhadap pemberlakukan kebijakan Ganjil-Genap secara permanen ini berdasarkan mereka yang tinggal di daerah sekitar area Ganjil-Genap maupun di luarnya (termasuk yang tinggal di daerah penyangga).

“Demikian juga berdasarkan pada kepemilikian kendaraan, pandangan yang setuju terhadap pemberlakukan kebijakan Ganjil-Genap secara permanen ini juga terjadi relatif merata baik diantara mereka yang hanya memiliki motor, mobil ataupun keduanya.” tambahnya.

Namun sekitar 75,8% mayoritas responden tidak setuju jika kebijakan Ganjil-Genap diberlakukan untuk kendaraan bermotor roda dua. Hal itu diungkapkan responden berdasarkan domisili (daerah spot dan non-spot) maupun kepemilikan kendaraan.

Sementara hasil survei jenis kendaraan yang digunakan untuk menghadapi sistem Ganjil-Genap yaitu sepeda motor 37,4% responden, pelaku retail 39% dengan menggunakan motor, mobil pribadi 12% responden dengan menggunakan jalur non Ganjil-Genap, transportasi umum 26% responden, mobil pribadi 4% responden karena memiliki lebih dari satu mobil dengan plat nomer berbeda. [red/Imam]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *