Harap Semu

Malam ini aku kembali meraba ingatan dalam lamunan. di Tepian mimpi yang dulu pernah kita upayakan, di Sudut sesal yang kian membuncah oleh ketiadaan, Janjimu memudar mengiris pelupuk, ingkar oleh rambat waktu,

memaksa Mata menceritakan derita yang kau anggap hanya sebagai lelucon. Aku memapah Diri, setelah kau junjung tinggi, Setelah kau sanjung dengan angan, Setelah kau belai dengan janji kosong.

Aku tertimpa mesin waktu penuh khayal dan anganmu. Bualan mu yang masih tersimpan rapih dalam bingkai harap. merencanakan masa depan, Menabung bersama untuk bekal kelak kita sepasang,

Kau anggap basa-basi untuk mempercantik kisah. Keputusanmu memilihnya, yang kau percayai sebagai ladang bahagia, memutuskan pernafasanku yang dulu setiap hembusnya adalah namamu.

Kini kembali aku memungut pecahan harap yang kau tinggalkan berserak. Membangun kembali hidup tanpa bualan indahmu, Merajut kisah tanpa angan-angan kosong darimu.

OLeh :Rafli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *