Cerita Malam

Lewat tengah malam diri masih terjaga. Enggan terpejam menjemput mimpi pada pengistirahatan malam. Yang pada saat itu gelisah merengkuh diri teramat dalam. Memikirkan tentang sosok ‘Nya’ yang diam-diam namanya sering kusebut dalam do’a.

Hingga pagi agaknya cemburu, hendak mengutuk Aku yang sedang terjaga semalaman. Karena sisa-sisa gelisah yang masih tersisa disana. Membekas. Tanpa tau kapan hilangnya.

Hujan datang lebih awal dari biasanya. Lebih lama dari biasanya. Lebih deras dari biasanya. Seolah faham akan mahluk yang sedang duduk termenung dengan tatapan lirih tak bergeming pada daun jendela yang mengarah jalanan kosong.

Di tubuh yang lusuh ini begitu banyak episode drama telenovela sampai drama yang berdarah-darah. Silih berganti peristiwa. Tanpa tau kapan berkesudah.

Sampai lah Aku di akhir tulisan pada pengistirahatan malam, semoga setiap jiwa yang tengah berduka selalu diberikan kekuatan menghadapinya. Lantas bangkit dengan senyuman merekah. Hingga buliran air mata jatuh atas segala pengharapan.

-R-

Satu tanggapan untuk “Cerita Malam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *