NEWS

Cegah Oknum Eksploitasi Hutan, LMDH Wana Lestari Diperkuat

PATRON.ID – SERANG | Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari secara resmi dikukuhkan dan diperkuat demi menghindari oknum yang dapat merusak kawasan hutan di Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.

Turut hadir Kasie Pembinaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani Provinsi Banten Wawan, Pengendali Ekosistem Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Heri Rahmat Isnaeni, pengurus LMDH Provinsi Banten, serta para anggota Paguyuban LMDH Wana Lestari.

Ketua Paguyuban LMDH Wana Lestari Asnaya menyampaikan, penguatan lembaga ini merupakan upaya agar para anggota paguyuban bisa memahami dan tertib terkait kawasan hutan di wilayah masing-masing.

Langkah ini perlu dilakukan LMDH Wana Lestari dalam upaya mencegah eksploitasi hutan di desa tersebut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jadi saya minta ketertiban dari masing-masing LMDH yang sudah tercantum di masing-masing wilayahnya. Jangan sampai kalau tidak tertib kita saling menyalahkan,” katanya usai acara silaturahmi dengan pengurus LMDH Wana Lestari yang digelar di SD Batukuwung, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Rabu 3 Juli 2024.

Diketahui kawasan hutan di Desa Batukuwung mencapai 35,2 hektar, dan kawasan hutan di Kecamatan Padarincang sekitar 400-500 hektar. Sementara jumlah pengurus LMDH Wana Lestari sebanyak 200 anggota.

“Oleh karena itu kita kedepannya harus harus bersatu untuk lebih memajukan LMDH Wana Lestari dan sejahtera,” imbuh Asnaya.

Penguatan LMDH Wana Lestari ditandai dengan telah terbitnya surat keputusan (SK) Menteri LHK No. 287 Tahun 2022 tentang KHDPK di wilayah RPH Ciomas, meliputi wilayah Kecamatan Padarincang, Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Adanya SK itu juga sebagai langkah pencegahan potensi konflik horizontal.

Pengendali Ekosistem Hutan DLHK Provinsi Banten Heri Rahmat Isnaeni menyatakan, pihaknya bersama Perhutani akan berupaya mengusulkan ke Kementerian LHK terkait pengesahan lembaga tersebut.

“Kami sebagai pemerintah bersama Perhutani akan membentuk kelembagaan yang sudah ada ini dan mengusulkannya ke Kementerian untuk mendapatkan pengesahan,” ujarnya.

Kasie Pembinaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani Provinsi Banten Wawan menambahkan, bahwa kawasan hutan di Desa Batukuwung masuk dalam kategori pengelolaan kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK) yang memiliki luas sekitar 217 hektar.

“Harapan saya semoga terdapat peningkatan ekonomi bagi anggota kelompok dari hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti durian, petai, melinjo, dan kopi,” katanya.(Red/Roy)

Related posts

Aduh! Ratusan Koperasi di Kota Serang Mati Suri

redaktur

Kembali Maju di Pilkada Kota Serang, Syafrudin: Mau Beresin Hutang

redaktur

Subadri Ushuludin Belum Tentu Diusung PPP Jadi Balon Walikota Serang, Ini Penjelasannya

redaktur

Leave a Comment