Budidaya Ikan Tetap Eksis Meski Diterpa Pandemi

patron.id – Serang, Musim kemarau yang terjadi di Wilayah Kabupaten Serang menjadi momok tersendiri bagi para peternak ikan air tawar, terutama pembudidaya benih ikan lele. Hal itu lantaran minimnya pasokan air untuk sirkulasi kolam ikan dan menyebabkan ikan rentan terserang penyakit hingga berdampak pada kerugian materi.

Untuk mengupayakan pasokan air ke kolam ikan, pelaku usaha budidaya ikan lele harus merogoh kocek lebih dalam, untuk sekali periode pembibitan melalui pompa jet pump yang cukup menguras tenaga listrik.

Pelaku usaha pembenihan ikan lele, Ridwan, mengatakan kendala yang dihadapi merupakan faktor alam yakni memasuki masa musim kemarau. Dimana pasokan air bersih sangat dibutuhkan dan sirkulasi yang memadai.

“Apabila dipaksakan tentu ikan tersebut akan sakit dan bisa jadi akan mengalami dampak kerugian yang cukup signifikan karena ikan termasuk makhluk hidup. Belum lagi sifatnya ikan lele itu kanibal,” kata Ridwan, ditemui di lokasi, pada Senin (14/9/2020).

Selain itu, peternak yang berada di Kampung Krapyak, Desa Wanayasa ini, merasa sulit memperoleh bibit ikan dan pakan seperti cacing sutra yang masih harus dihadapi.

“Biasanya menggunakan pakan alami, seperti cacing sutra, tapi sekarang agak sulit karena faktor alam. Alternatifnya bikin pelet untuk pakan ikan dan banyak lagi faktor yang mempengaruhi usaha ini,” keluh dia.

Menanggapi permasalahan yang dihadapi peternak budidaya ikan tersebut, Kasi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Kramatwatu Mamak Abror mengakui salah satu faktor keberhasilan usaha ini adalah ketersediaan pakan yang cukup.

Di samping itu, kualitas dan kemudahan dalam mendapatkan pakan dengan harga terjangkau juga menjadi faktor penentu. Hal ini berlaku bagi peternak ikan lele yang ada di Kecamatan Kramatwatu, baik secara tradisional, semi tradisional maupun modern (bio flock).

“Kualitas pakan dan kemudahan untuk memperoleh pakan tersebut dengan biaya yang relatif murah dan terjangkau seperti menggunakan lalat manggot dan lainnya,” kata Abror, saat mengunjungi lokasi budidaya ikan lele milik Ridwan.

Baca Juga:  Pemuda Banten Bersatu Tolak Tindakan Aksi Terorisme

Terkait bibit ikan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Serang. Hal ini menghindari peternak mengimpor benih ikan dari luar daerah. Dimana di Kecamatan Kramatwatu terdapat 4 bidang usaha ini, dengan total 26 kolam ikan.

“Kami akan tindak lanjuti dengan berkoordinasi kepada instansi terkait untuk memperoleh bibit. Kami akan cek di wilayah Baros sehingga para pembudidaya di wilayah Kramatwatu bisa memperoleh bibit tersebut sehingga tidak sampai mengambil dari luar daerah seperti Bogor dan Cirebon,” tandasnya.

Menurutnya, potensi kegiatan usaha ekonomi masyarakat ini sangat baik dan patut dicontoh. Sebab melalui sektor ini perekonomian masyarakat dapat terus bergerak walaupun diperpa wabah pandemi Covid-19.

“Para pembudidaya ikan harus tetap semangat untuk meningkatkan produksinya dan bertahan di saat situasi pandemi. Sehubungan animo masyarakat yang juga cukup tinggi untuk mengkonsumsi makanan yang sudah familiar ini,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas KPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan pihaknya sudah merencanakan kawasan pusat budidaya ikan air tawar di Desa Panyirapan Kecamatan Baros. Dengan hinterland yang tersebar di 8 kecamatan, yakni Pabuaran, Ciomas, Padarincang, Cinangka, Gunungsari, Kramatwatu, Pamarayan, Cikeusal, dan petir.

“Kami juga memiliki UPT BBI di masyarakat ada UPR (Unit Pembenih Rakyat) yang tersebar di beberapa kecamatan. Sehingga Kecamatan Baros dijadikan sebagai pusat pembenihan dengan pembesaranya di daerah hinterland tersebut,” kata Suhardjo.

Ia menambahkan pihaknya juga memiliki Unit Pembinaan Pengembangan sebagai wadah bagi peternak ikan untuk saling berbagi informasi tentang dunia budidaya ikan.

“Selain itu, ada juga wadah UPP (Unit Pembinaan Pengembangan). Lembaga yang dibuat sebagai wadah komunikasi bagi pembudidaya baik teknis, tentang pakan, informasi harga, pengolahan sampai informasi pasar,” imbuhnya. [Red/Roy]

Bagikan: