NEWS

BNN Banten Amankan Kue Bolu Campuran Sabu serta Ganja Berbentuk Jok Motor

PATRON.ID – SERANG | Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten memusnahkan barang sitaan narkotika golongan I jenis ganja sebanyak 4.479,577 gram dan sabu 158,300 gram.

Pemusnahan ini dilakukan di halaman Gedung BNN Provinsi Banten, Jl. Syekh Nawawi Al Bantani No.7 Kota Serang, Rabu 10 Juli 2024.

Sebelum dimusnahkan, barang sitaan tersebut dilakukan tes laboratorium yang dikakukan oleh Bidokkes Polda Banten yang turut hadir di lokasi tersebut.

Kepala BBN Provinsi Banten, Rohmad Nursahid mengatakan, barang haram yang disita ini terdiri dari empat paket. Satu paket berisi kue bolu campuran sabu, dan tiga paket ganja berbentuk jok/ sparepak motor.

Keempat paket itu dikirim dari Medan, Sumatera Utara, menuju Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan), Banten, melalui jalur pengiriman ekspedisi J&T dengan nama pengirim Rahmad Jok dan Lion Parcel dengan nama pengirim AJ.

“Ini sindikat dari Medan. Ada empat pelaporan kejadian narkoba. Dua paket itu barang temuan, satu paket diantaranya ada tersangkanya untuk yang ganja,” kata Rohmad kepada awak media, usai melakukan pemusnahan barang tersebut.

Dari keempat paket tersebut, BNN Banten berhasil mengamankan dua tersangka inisial AA (23) sebagai penerima paket ganja seberat 3.000 gram, dan AS (28) selaku penerima paket sabu seberat 158,300 gram.

Serta temuan dua paket ganja lainnya, masing seberat 994,87 gram atas nama penerima F dan 494,053 gram ganja atas nama penerima O.

Kedua paket itu masih dalam proses penyelidikan BNN Banten guna pengembangan jaringan peredaran narkotika dari tersangka.

Pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 (jo) Pasal 112 ayat 2 (jo) Pasal 132 ayat 1 UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Rohmad menyampaikan bahwa pelaku mencoba mengelabuhi petugas dengan cara mencampurkan sabu dengan kue bolu dan ganja berbentuk jok/ sparepak motor.

“Sabu itu dimasukin ke dalam kue bolu, satu paket. Sementara untuk yang paket ganja itu dikemas seperti jok dan sparepak sepeda motor. Dia menyerupai jok dan sparepart motor lainnya, di situ juga dituliskan sparepak motor untuk mengelabuhi petugas,” ungkapnya.

Jika keempat paket itu dinominalkan menjadi uang, 1 gram sabu berkisar 1 sampai Rp 1,5 juta, maka 158 gram sabu bisa mencapai Rp 150 juta.

Dari kasus ini, diperkirakan BNN telah menyelamatkan sekitar 400 anak bangsa dari peredaran narkotika tersebut.

“Kalau dari 1 gram sabu bisa dipakai 3 sampai 4 orang, berarti kurang lebih 400 anak bangsa yang bisa kita selamatkan,” katanya.

Rohmad mengatakan, saat ini wilayah Tangerang Raya telah dijadikan tujuan peredaran narkotika jenis ganja dan sabu kiriman dari Sumatera Utara oleh pengedar.

“Ya memang sementara ini banyak yang kita ungkap dari Sumatera, antara Medan dan Aceh, masuk ke wilayah Banten dari jalur laut, Pelabuhan Merak,” katanya.

BNN akan berupaya memperketat jalur laut seperti Pelabuhan Merak, sebagai pintu masuk maupun pintu keluar bagi peredaran narkotika.

Dengan cara melakukan razia di zona tersebut dengan melibatkan pihak terkait, mulai dari Polda Banten, ASDP Pelabuhan Merak, serta Kasop.

“Kami juga bekerja sama dengan BNN Lampung. Kalau ada informasi tentunya kita akan tindak lanjuti,” tandasnya.(Red/Roy)

Related posts

Jelang Konfercab IV, PC NU Kota Serang Gaungkan Pilkada Damai 2024

redaktur

BNPT dan FKPT Provinsi Banten Gelar Kegiatan Gembira Beragama di Aula Gedung Kesbangpol Provinsi Banten

redaktur

Meski Diguyur Hujan, Konser ‘Bernyanyi Bersama’ Sukses Hibur Warga Serang

redaktur

Leave a Comment