Beredar Surat Pengunduran Diri 20 Pejabat Dinkes Banten, Ada Apa?

PATRON.ID – SERANG | Beredar surat pengunduran diri para pejabat Eselon III dan IV di Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Keputusan itu diambil usai salah satu rekan mereka ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten terkait dugaan pengadaan masker KN95.

Berdasarkan dokumen yang diterima patron.id melalui grup WhatsApp, Senin (31/5/2021), surat pengunduran diri ditujukkan kepada Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten, dan tertera tanggal 28 Mei 2021.

Ada dua point yang mereka sampaikan dalam pengajuan pengunduran diri pejabat tersebut. Pertama, selama ini mereka mengaku telah bekerja secara maksimal dalam melaksanakan tugas sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan yang dilakukan dengan penuh tekanan dan intimidasi.

“Kondisi tersebut membuat kami bekerja dengan tidak nyaman dan penuh ketakutan,” begitu kalimat pada surat tersebut.

Point kedua, sesuai perkembangan saat ini, rekan mereka yakni Lia Susanti (LS) ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan masker untuk penanganan covid-19 oleh Kejaksaan Tinggi Banten. Yang bersangkut dalam melaksanakan tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) sesuai perintah Kepala Dinas Kesehatan.

“Dengan kondisi penetapan tersangka tersebut kami merasa sangat kecewa dan bersedih karena tidak ada upaya perlindungan dari pimpinan,” ungkapnya.

“Sehubungan dengan kondisi tersebut, dengan bulat kami menyatakan sikap mengundurkan diri sebagai pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten,” sambungnya.

20 pejabat Dinkes Banten yang mengundurkan diri adalah Akhrul Aprianto, R. Wahyu Santoso Wibowo, Ahmad Drajat, Della Sarah Distrianda, Khania Ratnasari, Imron Rosyadi, Heni Hendrawati, Tiara Luthfie, Mahmud, Yusni Marliani.

Kemudian, Hadi Safaat, Ria Oktarini, Fachi, Lalah Hidayat, Abdul Rohman, Yulia Trianawati, Rostina, Dewi Sophia, Rika Megasari, Syaiful Bakhri.

Untuk sementara ini, mereka akan bekerja di luar kantor hingga menunggu tanggapan dari Gubernur Banten maupun Wakil Gubernur Banten terkait pernyataan sikap mereka.

Untuk diketahui, surat tersebut juga ditembuskan kepada Ketua DPRD Provinsi Banten, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Inspektorat Provinsi Banten, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten. [Red/Roy]