8 Fraksi Anggota DPRD Setujui Raperda Kewirausahaan Pemuda

patron.id – Serang, Pimpinan DPRD Kota Serang menggelar rapat paripurna tentang tanggapan jawaban Walikota terhadap pandangan umum dari fraksi-fraksi, tanggapan jawaban fraksi-fraksi atas pendapat Walikota terhadap Raperda usulan DPRD, dan pembentukan 2 panitia khusus (pansus) DPRD, pada Rabu (9/9/2020) di ruang paripurna.

Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Serang Ratu Ria Maryana dan dihadiri anggota dari beberapa fraksi dewan. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, Sekretaris DPRD Kota Serang Ma’mun Chudori.

Dalam pembahasannya, terdapat delapan fraksi yang ada di DPRD Kota Serang menyetujui usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Hal ini dipandang perlu sehingga raperda tersebut kembali dibahas, meski ada persamaan dengan Perda Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan.

Ketua terpilih Panitia Khusus (Pansus) Raperda Kewirausahaan Pemuda Pujiyanto mengatakan, usulan pembentukan raperda ini dilakukan dalam rangka mengakomodir aspirasi pemuda di Kota Serang. Selain itu, dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Serang yang mayoritas dialami oleh para pemuda.

Berdasarkan proyeksi KUA PPAS tahun 2021 akan ada penambahan pengangguran sebesar 10 persen dari jumlah penduduk Kota Serang saat ini mencapai 685.000 jiwa.

“Dimana akan diproyeksikan pada 2021 tingkat angka pengangguran di Kota Serang mencapai 10 persen salah satu dampak Covid-19. Salah satu upaya bagaimana kita bisa mengakomodir, bisa merealisasikan harapan dari rekan-rekan pemuda yang saat ini perlu ada sentuhan, perlu adanya perhatian dari pemerintah,” kata Pujiyanto usai rapat paripurna, pada Rabu (9/9/2020).

Ketua Komisi II DPRD Kota Serang ini mengatakan, meski secara redaksi dan subtansi ada kesamaan antara raperda yang akan dibahas dengan perda yang sudah ada tetapi akan diatur secara teknis atau secara lebih luas sehingga akan perbedaan dari perda sebelumnya.

“Nanti kita akan bedakan, apa yang sudah tercantum dalam perda yang lama tidak akan kita cantumkan dalam perda yang baru,” ujar dia.

Ketika diminta keterangan terkait pembahasan raperda ini yang dianggap menghamburkan uang negara, ia menjelaskan tidak ada istilah mengbuang anggaran karena ia mengklaim raperda ini akan disambut positif oleh para pemuda di Kota Serang.

Baca Juga:  Youtuber Putri Corn Temui Anggota DPRD Kota Serang Bahas Konten

“Oh tidak ada menghamburkan anggaran. Justru ini akan disambut positif oleh masyarakat khususnya para pemuda pemudi yang ada di Kota Serang yang saya yakini,” jelas dia.

Justru ia mempertanyakan jika aturan ini cukup dengan Peraturan Walikota mengapa sejak tahun 2018 hingga sekarang Perwal tersebut belum juga dibuat.

“Kalau begitu kenapa tidak diimplementasikan padahal sudah ada Perwal. Tetapi nyatanya selama ini belum bisa menjalankan apa yang beliau sampaikan di Perwal yang selama ini belum dikeluarkan,” katanya mempertanyakan.

Sementara, Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin mengatakan hal ini merupakan hak DPRD untuk menolak atau menyetujui raperda tersebut.

“Kalau pun itu dibahas sekarang ya kita mah nggak masalah. Sekarang dari fraksi-fraksi minta dilanjutkan ya kita mah hayu aja. Itu haknya DPRD,” kata Subadri usai rapat paripurna.

Jika mayoritas fraksi di DPRD menginginkan dilanjutkan maka pihaknya selaku eksekutif tidak bisa berbuat banyak. Meski sebelumnya Walikota Serang Syafrudin sempat meminta Raperda Kewirausahaan Pemuda ini dihentikan dengan alasan secara subtansi sudah tercantum dalam Perda Nomor 5 Tahun 2018 dan cukup dimasukan ke dalam Peraturan Walikota sebagai penjelasan Perda Nomor 5 Tahun 2018 tersebut.

Subadri mengungkapkan, sah-sah saja jika Pemerintah Kota Serang berpandangam bahwa raperda yang diusulkan DPRD harus dihentikan agar tidak boros dalam melakukan anggaran. Namun hal itu dikembalikan pada keputusan DPRD yang diambil melalui fraksi-fraksi karena keputusan legislatif adalah kolektif kebersamaan.

“Yang namanya tanggapan kemarin kan sah-sah saja, kita hanya memberikan saran, masukan dari pemerintah Kota Serang ternyata ada persamaan dengan (Perda nomor 5) sekian. Mereka minta dilanjutkan ya sudah lanjutkan dibahas bersama, di sempurnakan di pansus juga melalui pendapatnya,” tutupnya. (ADV)

Bagikan: