35 Santri Pandeglang Diwisuda, Guru: Al-qur’an Harus Tetap Dibaca

PATRON.ID – PANDEGLANG | Sebanyak 35 santri putera dan puteri Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyyah Darul Bayan Gembong mengikuti wisuda khatam Juzz Amma dan Al-qur’an, yang dihelat di Ponpes tersebut, Kp. Gembong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (29/3/2021).

Ketua Panitia, Gus Bakhit Maftuhin menjelaskan, digelarnya acara ini sebagai bentuk perayaan orang tua santri sekaligus ungkapan rasa syukur putera-puteri mereka yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan hafalan Juzz Amma dan Al-qur’an.

“Atas nama panitia kegiatan, kami ucapkan selamat kepada 35 orang wisudawan/ti yang telah khatam Juzz Amma dan Al-qur’an. Dari sinilah nantinya akan lahir pemimpin masa depan yang Qur’ani,” ujar Bakhit, usai membuka acara.

Kiyai muda jebolan negara Yaman ini berpesan, bahwa khatam Juzz Amma dan Al-qur’an bukan berarti berhenti membaca Al-qur’an. Justru sebaliknya, harus dibaca secara terus-menerus sehingga meningkatkan kualitas bacaannya.

“Saya berpesan kepada orang tua untuk mendorong anak-anaknya untuk terus membaca dan belajar Al-qur’an. Bukan berarti setelah khatam, membaca Al-qur’an pun berhenti,” katanya.

Dia juga mengingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak). Hal ini demi menekankan angka kasus terpapar virus korona di wilayah Pandeglang.

“Memang Covid-19 ini sudah lama sekali kita dihadapi, tapi saya tetap berpesan jangan bosan-bosan untuk menerapkan protokol kesehatan,” ucap Bakhit.

Sementara itu, perwakilan wali murid, Ustadz Sarman, mengucapkan terima kasih kepada pihak ponpes lantaran sudah menghantarkan putra putrinya menyelesaikan pendidikan Al-qur’an dan Juzz Amma

“Hatur nuhun pisan (terima kasih banyak -red), kami atas nama perwakilan orang tua wali murid sudah mendapatkan kesempatan mendalami Al-qur’an bagi putra putri kami,” ujarnya. [Red/Imam]