NEWS

20 C Hasil Hilang, Demokrat Laporkan KPU Kota Serang ke Jalur Hukum

PATRON.ID – SERANG | Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat, Mehbob mengatakan, pihaknya akan melaporkan KPU Kota Serang dan Bawaslu Kota Serang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait hilangnya 20 formulir C Hasil.

Aduan itu bakal dilakukan karena dinilai ada unsur pidana terkait menghilangkan dokumen negara, yaitu formulir C Hasil.

“Pasti. Bahwa Bawaslu maupun KPU Kota Serang kalau ini tidak benar, kami pasti akan melakukan langkah hukum baik di DKPP maupun pidana karena ini menghilangkan dokumen negara. Apalagi kalau junto ke UU Keterbukaan Informasi ancaman hukumannya 10 tahun penjara. Jangan main-main,” kata Mehbob kepada patron.id, di Kantor KPU Kota Serang, Kamis 4 Juli 2024.

Sementara, Bawaslu Kota Serang akan dilaporkan ke DKPP terkait surat edaran yang dikeluarkan Bawaslu perihal mengoreksi keputusan Mahkamah Konstitusi.

“Ya kami akan laporkan karena Bawaslu itu atas dasar apa mengeluarkan surat edaran. Emang dia berhak mengoreksi keputusan Mahkamah Konstitusi?” katanya.

Mehbob mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan gugatan yang akan disampaikan ke DKPP untuk KPU Kota Serang dan Bawaslu Kota Serang terkait 20 formulir C Hasil yang hilang.

Bahkan, partai Demokrat melalui tim hukumnya juga telah melaporkan perihal ini ke Gakumdu dan Polda Banten.

“Ke DKPP besok begitu kami pulang ke Jakarta. Semua gugatan sudah siap tinggal kami daftarkan. Kita lihat perkembangan hari ini. Tapi kalau laporan ke Gakumdu dan Polda sekarang sudah jalan tim kami,” katanya.

Mehbob mencurigai ada dugaan penggelembungan suara di balik hilangnya 20 dokumen C Hasil saat proses penyandingan suara pemilihan legislatif (Pileg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) 2 Banten dari PDIP.

Dari 20 dokumen C Hasil tersebut, kata Mehbob, menduga adanya penggelembungan suara yang dilakukan oleh PDIP di Dapil 2 Banten. Sehingga merugikan partai Demokrat dan gagal lolos ke Senayan dari dapil tersebut.

“Kalau berdasarkan C Hasil kita kalau disandingkan fakta yang tidak terbantahkan. Di KPU Kabupaten Serang yang sudah disandingkan langsung suara PDIP itu terkoreksi 380,” katanya.

Selama proses penyandingan data suara berlangsung, KPU Kota Serang tidak berhasil menemukan dokumen asli hingga tengah malam, dan penyandingan pun ditunda sampai hari ini baru dilaksanakan kembali.

Mehbob pun membandingkan dengan proses penyandingan perolehan suara di Kabupaten Serang yang berlangsung tanpa adanya kendala, bahkan lengkap dengan dokumen C Hasil miliknya.

“Sehingga kami meminta agar KPU Kota Serang ini harus menjelaskan kehilangannya dimana. Kehilangan atau dihilangkan. Kalau sekarang Bawaslu menyarankan untuk buka kotak suara itu jelas bertentangan dengan Mahkamah Konstitusi, karena keputusan MK itu penyandingan, final and banding, tidak ada yang menafsirkan berbeda,” katanya.

Ia mengklaim, dari 74 TPS yang akan dihitung hari ini di KPU Kota SerangĀ  banyak suara PDIP yang akan tergerus.

“Potensi sekarang dari 50 saja sudah tergerus suara PDIP sekitar 500-600 suara. Kalau ditambah dengan 20 lagi hampir sekitar 700 sampai 800 suara,” katanya.(Red/Roy)

Related posts

Resmi! PPP Dukung Subadri Ushuludin Jadi Bacalon Walikota Serang 2024

redaktur

Monitoring PPDB 2024 di SMPN 1 Kota Serang, Pj. Walikota: Jangan Main Belakang

redaktur

Demi Pilwalkot Serang, Wahyu Nurjamil Siap Mundur dari ASN

redaktur

Leave a Comment